Datang jauh-jauh dari Padalarang dalam rombongan besar ke Kejuaraan Berkuda Djiugo Next Adventure (DNA) yang digelar di Arena Berkuda Arthayasa Stable, Tim Anggatra Turangga Pusdikav Padalarang Jawa Barat ternyata memiliki beberapa Rider yang berprestasi dan salah satunya adalah Shafira Nur Azizah yang berhasil mempersembahkan medali emas bagi tim kesayangannya dari kelas Preliminary Test A Open yang diselenggarakan di hari kedua kejuaraan (Jumat, 7/7). Keberhasilan Shafira tersebut merupakan kelanjutan dari kesuksesannya di hari pertama kejuaraan (Kamis, 6/7) yang juga meraih medali perak di kelas yang sama.

Pada hari pertama kejuaraan, Shafira yang berpasangan dengan kuda Savero harus mengakui keunggulan Bernice Olena Suwitoliem dengan raihan skor akhir 67,250% atau hanya berselisih 0,250% dari wakil D_Riders tersebut. Sedangkan dihari kedua kejuaraan, giliran Shafira yang balik unggul tipis dengan catatan poin 68,500% dengan gap yang sama yakni 0,250% terhadap Bernice Olena Suwitoliem yang harus puas menempati peringkat kedua diikuti Ayat Hidayatulloh (Almor Stable) di peringkat ketiga.
“Sebenarnya tidak menyangka bisa menang dihari kedua ini, dan ada peningkatan skor poin akhir juga. Kalau untuk persiapan jelang kejuaraan itu seperti biasanya berlatih rutin dan mengikuti arahan dari Pelatih.” Ujar Shafira yang sangat tertarik untuk bisa bertanding lagi di Jakarta di waktu yang akan datang.

Sementara itu Pelatih berkuda Anggatra Turangga, Letda (Kav) Nasri Labonu pun menyampaikan bahwa Shafira memiliki bakat yang bagus dalam olahraga berkuda khususnya di cabang Dressage. Selain sering turun tanding di kejuaraan-kejuaraan lokal dan nasional, Shafira pun memiliki pengalaman bertanding di gelaran Porda dan Kejurnas Equestrian.
“Shafira itu memiliki bakat yang bagus dan saat ini Kami sedang mempersiapkan Shafira untuk bisa ikut PON 2024 mendatang, namun Saya berharap bila ada rejeki, mungkin ada baiknya bila Shafira bisa memiliki kuda dari jenis Warm Blood untuk mendukung prestasinya. Dengan skill Rider yang semakin meningkat tentu harus didukung pula oleh kemampuan kuda yang lebih baik.” Ujar Nasri Labonu.

Menanggapi performa tim Anggatra Turangga yang semakin berkembang khususnya pada Kejuaraan Berkuda DNA ini, Nasri Labonu pun cukup senang dengan kemajuan-kemajuan yang telah ditunjukkan oleh anak-anak didiknya saat di pertandingan, bahkan beberapa Rider Anggatra Turangga tersebut pun sudah mampu naik ke tangga podium juara.
“Ya mungkin salah satu strategi Kami khususnya di kelas Dressage ini adalah mempelajari apa yang menjadi kemauan Juri. Contohnya ada Juri yang menginginkan kuda itu harus aktif saat pertandingan, akhirnya setelah mengevaluasi hasil pertandingan hari pertama, Kita coba membuat kuda untuk bisa lebih aktif di hari kedua, dan hasilnya ada beberapa Rider Kami yang berhasil naik podium.” Lanjut Nasri Labone.

Rencananya dihari ke 3 dan 4 kejuaraan (8-9/7), Rider-rider Anggatra Turangga akan kembali turun bertanding di kelas-kelas pertandingan Show Jumping (lompat rintangan), jadi Kita tunggu saja apa yang akan menjadi Strategi dari Nasri Labonu yang merupakan Atlet berkuda kawakan ini.






