Alex Asmasoebrata sebagai Ketua Pordasi Propinsi DKI Jakarta memberikan rasa bangganya kepada atlet dan klub berkuda di Indonesia saat ditemui dalam event kompetisi berkuda Equinara Pulomas Open yang digelar pada akhir pekan lalu (22-24/11/2019) di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEEP) Jakarta Timur.
Ia berkomentar bahwa kegiatan seperti ini harus tetap dijaga agar para atlet berkuda mempunyai tempat untuk menumpahkan hasil kerja keras mereka selama latihan.

“Ini kegiatan yang luar biasa, yang saya pikir ini tumbuh karena memang dari cinta kepada kuda dan tidak dibuat-buat, otomatis kegiatannya itu akan berjalan normal dan lancar. Karena untuk membuat event kompetisi berkuda diperlukan pikiran, tenaga, dan dana.” Ungkapnya.
Progses positif pun lahir dengan adanya kompetisi yang diadakan setiap bulannya. Tidak sedikit dari atlet Junior di Indonesia yang makin kesini mulai menunjukan hasil dari latihan serius yang mereka lakukan. Bahkan atlet yang masih berumur muda pun sudah bisa meraih prestasi di taraf Internasional.
“Saya rasa, rutinitas seperti mengadakan kompetisi tiap bulannya itu bukan hal yang sia-sia. Terbukti, atlet-atlet khususnya dari DKI, contohnya Muhammad Akbar Kurniawan bisa menjadi juara dunia. Ini positifnya sangat luar biasa. Walaupun DKI itu sendiri tidak membunyai lapangan, tidak punya kantor, tapi mereka-mereka yang merasa ada di DKI tetap membela DKI dan membuktikan bahwa kita bisa.” Sambung Alex.

Selain itu, Alex juga berharap, pemerintah daerah bisa melirik para atlet yang sudah mempunyai prestasi. Ia mengatakan bahwa atlet di Indonesia sudah membuktikan bisa berprestasi di Luar, dan dari pemerintah daerah harus bisa memberi dukungan seperti pembinaan dan bantuan biaya.
“Yang pasti kita harus terus berkoordinasi dengan stable-stable dan juga para pelatih. Lalu untuk programnya apa, kita akan membantu mensosialisasikan ke pemerintah daerah untuk mendukung. Selain itu, saya juga berharap bisa mengirim atlet-atletnya keluar negeri untuk berlatih, bertanding, dan coaching. Itu dari mulai perawat kuda, pelatih juga stable owner kita kirim keluar untuk belajar disana. Itu program saya yang saya harap bisa berjalan tahun depan.” Tutupnya.






