Sebagai tim berkuda yang legendaris, Aragon Equestrian Sport juga menyatakan kesiapannya untuk turun diajang Kejuaraan Equestrian Champions League (ECL) seri 3 dan 4 yang akan segera digelar didua tempat terpisah yakni APM Equestrian Centre dan JIEP Pulomas. Pernyataan tersebut langsung disampaikan pemilik tim raksasa asal Bandung Jawa Barat ini H. Edy Saddak kepada berkuda.com beberapa hari lalu.
“Insya Allah Aragon akan tetap berpartisipasi dalam kompetisi ECL mendatang. Tentu kali ini tak bisa sebanyak seperti biasanya mengingat kita juga harus mempertimbangkan segi traveling kudanya karena harus menuju ke dua tempat berbeda.” Ujar H. Edy Saddak mengungkapkan sedikit kendala yang dihadapi tim nya.
Meskipun secara latihan persiapan juga sedikit terkendala akibat masa pandemi, namun Edy merasa yakin bila para atlit dan kudanya mampu tetap berprestasi. Konsentrasi juga diarahkan dibeberapa kelas yang memiliki kans kuat untuk mengerek posisi tim di klasemen sementara kejuaraan.
“Latihan memang sedikit terganggu dengan ditutupnya lapangan Denkavkud selama masa pandemi dan baru dibuka kembali sekitar tiga minggu lalu. Meskipun ada lapangan kecil di stable, namun porsi untuk latihan dilapangan besar menjadi berkurang.” Jelas mantan Ketua Umum PP Pordasi selama dua periode ini seraya menambahkan ajang ECL seri 3 dan 4 ini juga menjadi tahapan persiapan timnya jelang Kejurnas Equestrian akhir tahun nanti.
Sementara itu tanggapan senada juga datang dari Klarissa Fitria Saddak yang merupakan manager dari Aragon Equestrian Sport. Icha (sapaan akrabnya) juga menyampaikan kesiapan tim nya dalam kejuaraan ECL.
“Kita akan fokus pada dua atlit Kami yang kini memimpin di klasemen sementara yakni Dzikra Fadillah Arksya di kelas SJ 90 cm U 18 dan Marcho Momuat di kategori SJ 140 cm Open. Harapannya agar kedua atlit Kami tersebut bisa mempertahankan keunggulan mereka masing-masing.” Terang Icha.
Rencananya dalam Kejuaraan ECL seri 3 dan 4 ini, Aragon Equestrian Sport akan menurunkan 5 atlit andalan mereka yakni Brayen Brata Coolen, Audirania Amanda Putri, Marcho Momuat, Dzikra Fadillah Arksya dan Jeremy Ewaldo Hugo.