Kejuaraan Equestrian Champions League (ECL) seri 3 dan 4 merupakan kompetisi paling krusial bagi Kurnia Stable. Kejuaraan yang akan segera memasuki paruh waktu penyelenggaraannya ini akan menjadi titik penting bagi tim asuhan H. Fatchul Anas ini untuk tetap melenggang dijalur aman menuju tangga juara umum. Sebagai pemuncak sementara klasemen tim, Kurnia Stable memang memiliki beban untuk menjawab tantangan apalagi dengan sistem pelaksanaan pertandingan yang berbeda dengan putaran-putaran sebelumnya.

“Kejuaraan ECL seri 3 dan 4 ini tentunya sebuah tantangan bagi semua peserta karena harus digelar dengan waktu bersamaaan di dua tempat berbeda. Namun Kami dari Kurnia Stable siap untuk menjawab tantangan tersebut dengan tetap ikut dikelas-kelas yang sama seperti seri-seri sebelumnya.” Ujar H. Fatchul Anas kepada berkuda.com via jaringan whatsapp.
Menurut Anas (Sapaan akrab beliau), sistem pertandingan di putaran 3 dan 4 ini tak semuanya menyulitkan. Meskipun harus memikirkan transportasi kuda dan atlit yang bisa saja berimbas pada segi kebugaran dan performa, namun bagi Anas ada beberapa poin yang bisa dikatakan menjadi kemudahan.

“Salah satu kemudahan dari sistem pertandingan seri 3 dan 4 ini adalah frekwensi pertandingan. Bila dalam kejuaraan dengan sistem normal, atlit dan kuda bisa tampil 4 atau 5 kali pertandingan dalam sehari, namun di sistem pertandingan kali ini atlit dan kuda kami hanya turun maksimal dua kali dalam sehari. Ini tentu sangat baik untuk menjaga kebugaran baik bagi kuda dan juga atlit kami.” Lanjut Anas.
Keberhasilan Kurnia Stable dalam menguasai posisi puncak klasemen sementara kejuaraan ECL tak terlepas dari performa apik salah satu atlit mereka yakni M. Akbar Kurniawan (Aan). Aan yang dalam kejuaraan ECL mengikuti multi kategori baik dari kelas dressage dan juga jumping berhasil membukukan poin terbaik di enam kelas, yang mana akumulasi poinnya turut melambungkan nama Kurnia Stable.

“Mungkin yang perlu diperhatikan dalam sistem pertandingan kali ini adalah transportasi kuda dari APM Equestrian Centre Banten ke Pulomas Jakarta. Kita harus memilih waktu yang tepat dalam proses pemindahan tersebut misalnya dengan memilih waktu malam hari saat lalulintas Jakarta sudah lancar dengan memberikan waktu istirahat yang cukup terlebih dahulu bagi kuda-kuda yang akan dipindahkan tersebut.” Tambah Anas.
Berbicara mengenai target tim, pastinya Kurnia Stable tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk terus mendominasi puncak klasemen bahkan memberikan jarak poin yang aman sebagai bekal di seri-seri akhir menuju tangga juara umum.
“Secara tim dan pribadi Kita akan berusaha sekuat mungkin mempertahankan prestasi yang sudah kami raih. Apapun tantangan akan kita hadapi dengan rasa penuh optimis.” Tutup Anas.






