Rider muda Aisha Maydina Hakim sedang dalam tren positif pada perjalanan karir berkudanya. Di tengah kesibukannya yang juga menjalani profesi sebagai Penyanyi, Aisha masih mampu meraih prestasi di bidang olahraga berkuda yang sudah menjadi hobi dan kegemarannya tersebut.
Dengan keberhasilannya meraih tempat terbaik di 3 kejuaraan berkuda secara berturut-turut, pastinya bisa menggambarkan bahwa ditengah segudang kegiatannya, Aisha tak lupa untuk terus berlatih dan meraih chemistry yang baik dengan Dinasty Sword, kuda yang menjadi pasangannya di setiap pertandingan.

Rangkaian kemenangan Aisha dimulai pada Kejuaraan Berkuda Equinara Pulomas Open (EPO) yang diselenggarakan di Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Pulomas Jakarta Timur (17-18/6). Aisha yang turun bertanding di kelas SJ 70-90 Cm U18 bersama kuda Dinasty Sword mampu mengungguli 30 peserta yang bertanding di kelas tersebut.
Berlanjut ke Kejuaraan Berkuda Djiugo Next Adventure (DNA) yang digelar di Venue Berkuda Arthayasa Stable Limo Depok (8-9/7), Aisha berpartisipasi di kelas Jumping 100 Cm Team U21 dan Jumping 100 Cm Individual U21. Meskipun gagal tampil maksimal di kelas Individual yang dihelat pada hari kedua pertandingan, namun Aisha berhasil meraih medali emas di kategori Team sehari sebelumnya. Aisha yang bergabung di Team Ride Or Die bersama Teuku Rifat Renanda Harsya dan Nusrtdinov Zayan Fatih berhasil memenangkan partai pertandingan yang digelar dalam 2 putaran tersebut dan menyisihkan 5 team lain yang masing-masing diperkuat 3 Rider dan ikut berpartisipasi.

Kemudian di Kejuaraan Berkuda IHL Festival yang baru saja usai digelar akhir pekan lalu (15-16/7) di JIEP Pulomas Jakarta Timur, Aisha kembali membuktikan kemampuannya dengan memuncaki kelas SJ 90 Cm Open. Kembali berpasangan dengan kuda Dinasty Sword, Aisha pun harus bersaing ketat dengan 37 peserta yang menghuni kelas tersebut.
“Alhamdulillah Aku bisa juara di tiga kejuaraan secara berturut-turut, dan kemenangan ini tentu bukan kebetulan saja, tapi karena memang persiapan Aku dan kudaku juga Dinasty Sword.” Jelas Aisha yang mewakili Tim Equinara Horse Sport.

Bagi Aisha, pertandingan di Kejuaraan Berkuda DNA menjadi pertandingan yang paling menarik dan menantang mengingat Aisha juga turun di kelas Tim yang membutuhkan kerjasama untuk saling membantu dalam hal pengumpulan poin pertandingan.
“Kalau yang paling puas adalah pertandingan di IHL Festival, karena sebelumnya di Kejuaraan Berkuda DNA aku banyak melakukan kesalahan, dan pada pertandingan di IHL Festival tersebut Aku coba mengoreksi dan memperbaikinya, dan hasilnya Alhamdulillah bisa meraih gelar juara.” Tambah Aisha Hakim.

Ketika ditanyakan perihal Kejurnas Equestrian 2023 dan PON 2024, Aisha pun belum banyak memberikan komentarnya. Hanya saja Aisha sempat mengungkapkan bahwa untuk sementara ini Dirinya telah menjalin komunikasi untuk bergabung dengan Kontingen Aceh meskipun belum ada komitmen dan kesepakatan akhir.
“Kita lihat saja perkembangannya, Kalau bagi Aku sih kontingen mana yang bisa cepat kasih kepastian ya di kontingen itulah Aku akan bergabung.” Tutup Putri dari Presenter ternama Irfan Hakim tersebut.






