Jumat, Maret 6, 2026
BerandaRagamSEJARAH BERDIRINYA KURNIA STABLE, BERAWAL DARI RASA SAYANG ANAK

SEJARAH BERDIRINYA KURNIA STABLE, BERAWAL DARI RASA SAYANG ANAK

Kiprah Kurnia Stable dalam persaingan kejuaraan berkuda khususnya di Indonesia memang tak diragukan lagi. Berbagai trophy kejuaraan menjadi koleksi tim berkuda yang identik dengan warna biru ini.

Namun siapa sangka bila alasan terbentuknya tim berkuda yang memiliki nama besar di belantika olahraga berkuda nasional ini justru berawal dari hal kecil.

“Awalnya adalah keinginan anak saya M. Akbar Kurniawan (Aan) yang ingin berkuda di tahun 2013 lalu. Bahkan pada saat mau di khitan Aan minta dibelikan kuda untuk syaratnya.” Kenang H. Fatchul Anas sang pemilik Kurnia Stable.

Tak urung masalah tersebut sempat membuat bingung Anas mengingat pengetahuannya yang nihil tentang olahraga berkuda. Namun Anas pun tak kehilangan akal dengan menyambangi arena berkuda di Pulomas, Jakarta yang memang terkenal dengan pusatnya olahraga berkuda.

“Di Pulomas saya bertemu dengan orang-orang yang memang lebih dulu menekuni olahraga berkuda dan akhirnya Aan pun mulai resmi berlatih di sana pada Agustus 2013.” Tambah Anas.

Kegigihan Anas dalam mendukung minat sang anak pun dibayar tuntas sang anak dengan menuai prestasi di awal karirnya. Aan yang waktu itu baru 3 bulan berlatih langsung meraih juara 1 kelas walk trot pada salah satu kejuaraan tingkat lokal.

“Sejak saat itu Aan pun semakin termotivasi untuk terus berlatih secara serius yang pada akhirnya juga diikuti oleh kakaknya M. Akbar Maulana (Akbar) yang juga ikut berlatih pada tahun 2014.” Jelas Anas.

Memasuki tahun 2016 pasca PON Jabar 2016, Kurnia Stable yang awalnya bermarkas di Pulomas pindah ke lokasi stable barunya yang terletak di kawasan Pasir Angin, Gunung Geulis, Bogor. Kepindahan tersebut dikarenakan arena berkuda di Pulomas akan dilakukan renovasi dalam rangka persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian games 2018.

“Di kawasan Pasir Angin tersebut saya kembali merintis keberlangsungan dari Kurnia Stable. Dengan luas tanah yang hanya sebesar 2500 meter persegi, kami membangun fasilitas berlatih dan juga kandang yang sifatnya darurat.” Ujar Anas.

Meskipun dengan fasilitas seadanya namun tak mengurangi semangat Anas untuk terus membangun Kurnia Stable. Semua berjalan sejajar dengan raihan prestasi para atlet Kurnia Stable baik untuk kejuaraan lokal maupun internasional.

Pada tahun 2018 saya membeli lahan seluas 2 hektar yang posisinya tak jauh dari lokasi Stable waktu itu. Lahan tersebut memang direncanakan untuk membangun fasilitas-fasilitas table yang lebih baik lagi. Proses pembangunan stable-nya baru dimulai pada September 2018.” Ungkap Anas.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments