Selasa, Desember 30, 2025
BerandaRagamSEBERAPA PENTINGKAH MANAJEMEN KANDANG KUDA? BAGIAN SATU

SEBERAPA PENTINGKAH MANAJEMEN KANDANG KUDA? BAGIAN SATU

Seiring dengan perkembangan olahraga berkuda disiplin Equestrian yang semakin massif di tahun 2023 ini, tentu kebutuhan akan kuda pun semakin meningkat. Hal tersebut ditandai dengan semakin menjamurnya stable-stable baru yang juga berperan dalam mencetak bibit-bibit muda Atlet berkuda yang kerap turun dalam kompetisi-kompetisi olahraga Equestrian yang juga semakin padat jadwalnya.

Dalam artikel ini, redaksiberkuda.com mencoba menggali beberapa informasi penting terkait dengan manajemen kandang kuda dari nara sumber Kami yang merupakan seorang tenaga professional dibidang olahraga berkuda yakni Budi Tulodo dengan harapan agar segala informasi yang Kami sajikan dalam beberapa bagian ini dapat bermamfaat bagi para pelaku hobi dan usaha di bidang berkuda dan olahraga berkuda.

Nara Sumber, Budi Tulodo

Selain masih melakoni profesinya sebagai salah satu Atlet berkuda senior Indonesia, Budi Tulodo pun memiliki banyak pengalaman dalam hal perawatan kuda yang didapatnya Ketika bermukim di Amerika Serikat, Australia, dan Belanda, bahkan pria yang kini bermarkas di Nirwana Stable Semarang Jawa Tengah tersebut pun sempat mengantungi sertifikasi Farrier (ahli tapal kuda) dari American Farrier Association (AFA) yang dedikasinya diakui juga di Benua Eropa.

Kembali ke topik manajemen kandang, Budi Tulodo pun berpendapat bahwa bila dilihat dari peruntukannya, maka pembangunan kandang beserta fasilitasnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori yakni untuk keperluan Riding School (sekolah berkuda), pelatihan Atlet profesional, dan Breeding (peternakan). Meskipun sekilas sama, namun ada beberapa perbedaan terutama dari segi fasilitas yang dapat menunjang kegiatan sesuai dengan peruntukannya.

Contoh area kandang yang baik, masuk sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik (lok. DNV Equestrian)

 “Untuk kebutuhan Riding School dan pelatihan Atlet profesional sebaiknya dibangun diatas lahan minimal luasnya 2 Ha. Selain dilengkapi dengan area parkir yang memadai, beberapa fasilitas standar selain kandang-kandang kuda pun sebaiknya dilengkapi seperti lapangan indoor maupun outdoor, paddock-paddock yang jumlahnya menyesuaikan dengan banyaknya kuda-kuda. Yang membedakan disini kalau untuk Riding School itu kan lebih ke arah entertaint atau hiburan jadi akan lebih baik lagi bila dilengkapi dengan kolam renang, lintasan Fun Ride, Café dan restoran serta Tack Shop (toko peralatan berkuda).” Ujar Budi Tulodo.

Menurut Budi Tulodo, tersedianya paddock-paddock itu sangat penting sebagai tempat untuk menurunkan tingkat stress pada kuda disbanding membiarkannya terus didalam kandang. Biasanya kuda-kuda yang jarang dilepas di area paddock bisa mengakibatkan tingkat stres kuda meningkat yang pada akhirnya kuda melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti menendang-nendang dinding kandang atau menggigit dan lain-lain.

 “Kalau untuk kandang idealnya itu berukuran 3,5 meter x 4 meter, faktor-faktor seperti sirkulasi udara dan sinar matahari harus diperhatikan agar kandang tidak lembab. Alas kandang harus diberi lapisan serbuk kayu halus minimal setebal 30 Cm, dan untuk serbuk kayu yang sudah terkenan kotoran atau air seni kuda harus segera diganti dengan serbuk kayu yang baru agar tidak menjadi sumber penyakit.” Jelas Budi Tulodo.

Pemasangan kipas angin baik untuk meningkatkan sirkulasi udara (lok. DNV Equestrian)

Selanjutnya juga harus disediakan area untuk membersihkan, memandikan, dan mempersiapkan kuda yang alasnya sebaiknya dilapisi bahan karet. Area ini juga berguna saat proses penapelan dan atau pemeriksaan Kesehatan, sementara untuk Tack Room (ruang perlengkapan kuda) sebaiknya dilengkapi AC tujuannya untuk menjaga kondisi peralatan-peralatan kuda yang berbahan kulit agar lebih awet.

 “Lalu bagaimana untuk stable yang mengkolaborasikan keperluan untuk Riding School dan juga sebagai tempat pelatihan Atlet professional? Itu bisa saja asalkan dipisahkan antara kebutuhan untuk Riding School dan pelatihan Atlet profesional dalam hal penggunaan fasilitas kandang dan lapangan untuk Latihan. Dan untuk lapangan pun harus benar-benar diperhatikan tingkat kekerasan groundnya, saat ini kan sudah tersedia bahan-bahan seperti pasir silica, bahan tekstil atau micro fiber yang bisa dicampurkan dengan pasir yang berkualitas tinggi. Hal ini penting untuk meminimalisir resiko cedera kaki pada kuda terutama saat jumping (melompati rintangan). Luasnya bisa 20 M x 40 M untuk arena pelepasan kuda-kuda dan 20 M x 60 M untuk pelatihan Dressage dan Show Jumping. ” Sambung Budi Tulodo.

Area paddock baik untuk menurunkan tingkat stres kuda (lok. DNV Equestrian)

Tata letak bangunan juga harus diperhatikan untuk efesiensi kerja para kru seperti kantor manajemen, tack room, ruang penyimpanan pakan, ruang tunggu Atlet dan tempat tinggal para Groom. Untuk tempat tinggal para Groom juga sebaiknya tidak menyatu dengan kandang, hal ini bertujuan agar kuda-kuda yang memiliki sensitifitas tidak terganggu dengan kebisingan saat beristirahat. Sedangkan untuk malam hari, Budi Tulodo merekomendasikan agar penerangan di area kandang dapat diatur dalam suasana redup.

Sementara itu, untuk pembangunan stable atau kandang dengan keperluan Breeding (peternakan), Budi Tulodo berpendapat bahwa luasnya lahan bergantung dengan target produksi pertahunnya, namun untuk target produksi sekitar 5 ekor pertahun, Budi Tulodo pun merekomendasikan untuk membangun fasilitas kandang ditanah seluas minimal 3 Ha. Untuk Gedung-gedung pun disesuaikan fungsinya karena di stable untuk Breeding tentu tidak dibutuhkan fasilitas hiburan dan juga horse riding.

Cafe atau resto yang menghadap langsung lapangan (lok. JJ Riding School)

“Bangunan kandang khususnya untuk melahirkan sebaiknya dibuat berukuran lebih besar semisal 3,5 M x 6 M agar kuda-kuda yang akan melahirkan bisa lebih leluasa. Ada baiknya juga dilengkapi dengan beberapa lapangan outdoor atau indoor dengan ukuran 20 M x 40 M yang dapat dibagi menjadi 3 atau 4 sekat untuk pelepasan induk kuda dan anaknya, untuk pelepasan anak-anak kuda yang sudah tidak menyusui (5 bulan keatas) namun dengan dipisahkan anatara jantan dan betina, serta untuk pelatihan kuda-kuda muda.” Lanjut Budi Tulodo.

King Halim Stable, salah satu stable breeding terkemuka di Indonesia

Dari uraian diatas, masih ada satu hal penting yang juga harus diperhatikan yakni ketersediaan tenaga Kesehatan atau dokter hewan yang selalu siap manakala dibutuhkan. Untuk itu ada baiknya bila stable menjalin Kerjasama dengan para dokter hewan yang domisilinya tidak terlalu jauh dari lokasi kandang, agar bila dalam situasi darurat, maka kebutuhan akan tenaga dokter pun dapat segera dipenuhi.

Lalu poin-poin apalagi yang harus diperhatikan dalam menciptakan manajemen kendang kuda yang baik, tunggu ulasan selanjutnya di SEBERAPA PENTINGKAH MANAJEMEN KANDANG KUDA? BAGIAN 2.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments