Senin, Januari 5, 2026
BerandaRagamSEBERAPA PENTINGKAH MANAJEMEN KANDANG KUDA? BAGIAN DUA

SEBERAPA PENTINGKAH MANAJEMEN KANDANG KUDA? BAGIAN DUA

Seperti yang telah dijabarkan pada SEBERAPA PENTINGKAH MANAJEMEN KANDANG KUDA? BAGIAN 1, bahwasanya pembangunan stable atau kandang kuda memang harus merujuk pada peruntukannya, hal ini tentu mengacu pada segi efesiensi, sehingga Kita dapat memilah tentang apa saja yang harus dibutuhkan dan yang tidak diperlukan dalam pembangunan stable tersebut. Kali ini Kita akan membahas tahapan lanjut yakni pola pemberian makan untuk kuda-kuda.

Budi Tulodo, Nara Sumber

Asupan makanan untuk kuda termasuk gizi dan nutrisi tentu menjadi syarat mutlak bagi kuda-kuda untuk tumbuh sehat, apalagi bila kuda-kuda tersebut merupakan kuda-kuda untuk keperluan olahraga, sudah pasti kebutuhan akan tenaga yang dihasilkan dari makanan menjadi faktor utama yang menunjang performa kuda saat pertandingan.

Secara harfiah, makanan utama bagi kuda adalah rumput, namun Kita pun harus mengetahui bahwa rumput-rumput di Indonesia tidak sebaik kualitas rumput-rumput yang tumbuh di dataran Eropa, dan bagi kuda-kuda sport tentu tak akan mungkin bila mengandalkan rumput-rumput lokal saja untuk menunjang pertumbuhannya.

Area persiapan kuda, bisa untuk memandikan atau penapelan kuda (lok. DNV Equestrian).

“Masalah rumput menjadi sangat krusial bagi stable-stable terutama yang terletak di kota atau pinggiran kota dimana ketersediaan rumput menjadi sangat sulit. Rumput lokal pun sebenarnya sedikit kandungan gizi, vitamin dan nutrisinya sehingga tidak mungkin menjadi pakan utama kuda-kuda. Namun semua bisa diatasi dengan adanya makanan-makanan konsentrat yang saat ini banyak dijual dipasaran baik produk lokal maupun import. Bahkan produk lokal pun sudah sangat memadai untuk pemenuhan kecukupan gizi, vitamin, dan nutrisi bagi kuda-kuda.” Buka Budi Tulodo.

Meskipun dengan kandungan gizi, vitamin, dan nutrisi yang rendah, namun asupan rumput-rumput lokal tetap dibutuhkan untuk mendukung pemberian makanan konsentrat pada kuda. Menurut Budi Tulodo, sebaiknya rumput yang baru petik itu harus dijemur selama kurang lebih dua hari untuk menurunkan kadar airnya sebelum diberikan kepada kuda. Namun bagi stable yang memiliki kocek lebih tentu bisa mendapatkan produk-produk rumput kering import yang juga sudah banyak dipasaran.

Lorong kandang dengan deretan temapat makan bagi kuda (lok DNV Equestrian)

“Pemberian jumlah total makanan perhari pada satu ekor kuda pun harus merujuk atas petunjuk dokter hewan dan tidak boleh lebih apalagi kurang. Standar pemberian makan itu sehari tiga kali, jadi misalkan jatah makan kuda perharinya sebanyak 6 Kg, maka pemberiannya bisa dibagi per 2 Kg sekali makan untuk tga kali waktu makan perhari. Begitu juga dengan rumput yang bisa diberikan setelah makanan konsentrat.” Lanjut Budi Tulodo.

Untuk pemberian vitamin secara khusus, bagi Budi Tulodo hal tersebut tidak menjadi keharusan mengingat baik gizi, vitamin, dan nutrisi sudah didapatkan dari makanan konsentrat yang diberikan. Namun khusus bagi kuda-kuda yang memang sedang dipersiapkan untk pertandingan, pemberian vitamin bisa saja dilakukan pada beberapa minggu sebelum pertandingan dengan memperhatikan vitamin apa yang menjadi kebutuhan.

Tempat pemberian pakan kuda harus selalu bersih (lok. DNV Equestrian)

“Yang juga harus diperhatikan adalah kebersihan wadah untuk pemberian makanan yang harus selalu bersih agar kuda-kuda tidak terkontaminasi penyakit dari jalur makanan.” Tutup Budi Tulodo.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments