Dalam kegiatan olahraga, permasalahan finansial kerap kali menjadi faktor utama terhambatnya perkembangan bahkan prestasi para atlit olahraga itu sendiri. Semua proses sejak pelatihan, persiapan hingga ke perlombaan pasti memiliki biaya yang kadang jumlahnya tidak sedikit. Tak berbeda olahraga berkuda, permasalahan finansial merupakan hal besar yang harus teratasi bila ingin para atlit berkuda menuai prestasi.
“Dalam olahraga berkuda tentu biaya yang dibutuhkan lumayan besar khususnya dalam mempersiapkan dan mengirim atlit ke kejuaraan-kejuaraan apalagi kelas internasional. Bahkan untuk biaya pengiriman kuda keluar negeri membutuhkan biaya yang lumayan mahal. Namun semua itu harus ada solusinya karena untuk membebankan ini kepada Pemerintah juga kan tidak mungkin apalagi banyak sekali sektor-sektor yang harus diperhatikan Pemerintah.” Tutur Mohammad Chaidir Saddak selaku ketua umum PP Pordasi ketika berkuda.com menyambangi kantornya di bilangan Pondok Indah Jakarta Selatan.
Pria yang akrab disapa Eddy Saddak ini pun menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kemampuan para atlit itu tak bisa hanya dilakukan didalam negeri. Eddy juga merujuk beberapa negara (salah satunya Belanda) adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan kemampuan para atlit berkuda.
“Disana (Belanda) para atlit dapat berlatih dengan kuda-kuda yang berkualitas serta bertanding dengan lawan-lawan yang tangguh pada kejuaraan-kejuaraan yang intensitasnya padat. Dengan demikian kemampuan sang atlit diharapkan akan semakin baik saat turun di kejuaraan-kejuaraan level Asia dan Asia Tenggara.” Tambah Eddy Saddak.
Sudah barang tentu hal tersebut akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun hal tersebut harus dilakukan bila ingin para atlit berkuda Indonesia dapat unjuk gigi di dunia internasional.
“Untuk kejuaraan-kejuaraan klub dan level kejurnas saat ini di Indonesia sudah mulai banyak dan boleh dikatakan setiap bulannya ada. Hal tersebut adalah hasil dari program PP Pordasi yang menarik minat para event organizer (EO) kejuaraan berkuda. Tentu hasil nya nanti, para atlit-atlit potensial dari kejuaraan tersebut harus kita upgrade kemampuannya dan salah satunya adalah mengirim mereka untuk berlatih tanding ke luar negeri.” Jelas Eddy Saddak.
Menurut Eddy, pembiayaan tersebut tentu akan berat bila ditanggung satu orang saja, sebagai solusi, Eddy pun mengajak para sponsor baik itu dari BUMN, perusahaan-perusahaan swasta atau pengusaha sebagai pribadi untuk bersama-sama memberikan dukungan finansial bagi para atlit-atlit berbakat dan memiliki potensi.
“Pordasi membuka diri bagi para sponsor untuk memberikan dukungannya pada atlit-atlit kami. Kami mempersilahkan para calon sponsor untuk hadir di kejuaraan-kejuaraan berkuda dalam negeri untuk melihat potensi para atlit. Prosesnya akan kami arahkan bagi para calon sponsor, contohnya sponsor tersebut dapat memilih atlit tertentu untuk ikut di kejuaraan tertentu juga. Kami akan bersikap fleksibel.” Ujar Eddy Saddak.
Langkah ini ditempuh PP Pordasi mengingat skill dan kemampuan para atlit-atlit berkuda Indonesia sudah semakin baik, dan PP Pordasi juga meyakini dengan dukungan finasial yang kuat akan membuat persiapan para atlit semakin baik dalam menghadapi setiap kejuaraan.
“Selain seputar persiapan atlit dalam menghadapi suatu kejuaraan, faktor kuda yang mumpuni juga cukup menjadi persoalan. Saat ini untuk memperoleh kuda yang mumpuni bisa dikatakan sulit. Untuk membeli bibit dan dilatih tentu akan makan waktu, sementara untuk beli kuda yang bagus pasti harganya mahal.” Terang Eddy Saddak.
Namun diluar permasalahan tersebut, Eddy juga menyatakan bahwa saat ini PP Pordasi telah siap untuk memfasilitasi para sponsor untuk menyalurkan bantuannya kepada para atlit Prestasi atlit-atlit junior yang sudah bisa merambah dan menguasai event kelas Asia menjadi alasan utama bagi PP Pordasi mengambil langkah menggandeng para sponsor demi kamajuan para atlit berkuda Indonesia.
Foto: istimewa (google)






