Kejuaraan Berkuda Aswayuddha Jateng 1 yang baru saja usai diselenggarakan akhir pekan lalu di MPS Stable Semarang (10-13/8) masih menyisakan cerita dan fakta menarik untuk diungkap. Meskipun kejuaraan tersebut hanya sebatas level Jawa Tengah, namun determinasi persaingan antar para Rider yang datang dari berbagai daerah seantero Pulau Jawa di sepanjang pertandingan tidak bisa juga dipandang sebelah mata. Salah satu persaingan keras yang cukup menarik perhatian adalah persaingan antara Rider dan Coach yakni M. Abiyansyah (Abi) dan Agung Riyanto yang sama-sama mengusung bendera AR Equestrian Team.

Abi yang mewakili Tim Branchsto AR Equestrian Team dan berpasangan dengan kuda Anjani mengawali lomba dengan hasil yang kurang memuaskan pada pertandingan hari pertama untuk Kategori Show Jumping (Jumat, 11/8). Turun di dua kelas, Abi hanya mampu menduduki peringkat ke 7 Kelas SJ 70-90 Cm Open dan peringkat 9 Kelas SJ 90-100 Cm Open imbas gagal meraih Clear Round. Tak berbeda dengan Abi, begitu juga halnya dengan Agung yang juga gagal menembus podium di dua pertandingan tersebut.
“Dari hasil yang kurang maksimal di pertandingan hari pertama Show Jumping, Kita memutuskan untuk merubah strategi yang tadinya akan ikut di kelas paling tinggi (SJ 95-100 Cm Open) menjadi Kelas SJ 60 Cm Open dan SJ 80 Cm Open dihari kedua pertandingan Show Jumping. Ini sengaja Kami lakukan untuk mengantisipasi kuda-kuda Kami yang kemungkinan tidak siap turun di kelas yang tertinggi.” Ujar Agung Riyanto, Pelatih berkuda AR Equestrian Team.

Memasuki hari kedua pertandingan Show Jumping yang juga merupakan hari terakhir kejuaraan, persaingan ketat di Kelas SJ 60 Cm Open pun dimulai. Berawal dari Rider wakil KHI Equestrian, Catherine Febe Gede yang berhasil membukukan waktu tercepat 48,95 detik Clear Round dan bertahan cukup lama dipuncak tanpa mampu disalip oleh para pesaingnya, hingga akhirnya Abi mampu merebut posisi keunggulan Catherine dengan mencetak waktu tercepat 45,78 detik Clear Round yang semakin sulit untuk dikejar Rider-rider lainnya. Agung Riyanto yang berpasangan dengan kuda MPS Sadewa dan mewakili MPS AR Equestrian Team dan turun diujung pertandingan tanpa diduga mampu mengungguli Abi yang nota bene adalah muridnya sendiri dengan raihan waktu tercepat 44,67 Clear Round, walhasil gelar juara yang sudah didepan mata seorang M. Abiyansyah pun akhirnya sirna yang direbut Sang Coach Agung Riyanto, dengan urutan Agung Riyanto juara 1, Abi Juara 2, dan Catherine Febe Gede Juara 3 dari total 42 peserta.
“Dipertandingan itu Saya ingin memotivasi Abi dan juga murid-murid Saya yang lain, bahwa didalam arena pertandingan itu semua peserta pasti ingin menang tanpa memandang itu kawan dan lain-lain. Jadi Saya ingin Mereka belajar bahwa didalam pertandingan Kita harus tampil maksimal untuk meraih kemenangan.” Lanjut Agung Riyanto.

Berlanjut ke Kelas SJ 80 Cm Open yang digelar dengan sistem Jump Off, Rider dan Coach inipun kembali bersaing. Babak pertama pun berhasil dilalui dengan menyisakan 21 Rider lolos ke babak Jump Off termasuk Abi dan Agung Riyanto dari total 46 entri yang berpartisipasi. Abi yang tampil terlebih dahulu pun mampu menyelesaikan babak Jump Off dengan catatan waktu tercepat 32,44 deik Clear Round yang membawanya sebagai pemimpin lomba. Hingga akhirnya tiba Agung Riyanto menjalani pertandingan, dengan kecepatan penuh dan diwarnai sorak sorai penonton, Agung pun berhasil melewati rintangan demi rintangan. Namun sayang memasuki rintangan terakhir, kuda yang ditungganginya pun melakukan penolakan lompatan yang berimbas dengan sangsi 4 angka pinalti. Walhasil akhirnya Abi mampu memenangi pertandingan disusul Rahman Seitawan (Akara E Jumper) dan Surahman (Dago Giri Equestrian) ditempat kedua dan ketiga.

“Saya sangat mengapresiasi mentalitas yang ditunjukkan Abi dikelas terakhir, meskipun memacu kudanya dengan sangat cepat dan tekanan psikologis yang kuat, namun Abi mampu mengontrol untuk tidak menjatuhkan rintangan. Secara keseluruhan, Abi memang telah meraih banyak progres kemajuan. Dengan siapapun Abi berlatih, Saya harap Dia bisa mengambil sisi baiknya. Pesan Saya baik untuk Abi dan juga murid-murid Saya yang lain, jangan pernah puas akan apa yang sudah Kita raih di hari ini, dan terus berlatih rutin.” Ucap Agung Riyanto.

Sementara Pelatih berkuda Abi lainnya yakni Adi Katompo yang kebetulan juga hadir di kejuaraan tersebut, juga memuji peningkatan progres yang bisa ditunjukkan Abi selama ini. Menurutnya hal tersebut merupakan hasil kerja kerasnya dalam berlatih dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan berkuda.
“Saat ini Abi sudah lebih menguasai teknik-teknik berkuda daripada sebelumnya. Meskipun kemampuan tekniknya harus terus ditingkatkan namun Saya menilai itu merupakan pencapaian yang bagus.” Sambung Adi Katompo.

Untuk menopang prestasinya, saat ini Abi pun telah memiliki kuda baru yang sedang dalam proses pelatihan. Dengan kuda barunya tersebut, baik Agung Riyanto dan juga Adi Katompo berharap agar nantinya Abi juga rutin berlatih dan ikut dikejuaraan-kejuaraan berkuda.

“Bukan untuk langsung mengejar gelar juara, tapi untuk mendapatkan chemistry dengan kuda barunya tersebut. Kalau sudah ada chemistry, maka kesempatan untuk mengejar gelar juara akan terbuka lebar. Yang pasti semua butuh waktu dan ada prosesnya.” Tutup Adi Katompo.






