Masih ingat Muhammad Abiansyah atau yang akrab disapa Abi? Rider spesialis speed class yang pernah mendominasi kelas-kelas pertandingan Jumping 100 cm kebawah bersama kudanya yang super kencang Anjani? Ini kabar terbarunya!
Perjalanan karir berkuda Abi memang cukup dramatis, mampu mendominasi ajang-ajang berkuda sehingga melambungkan namanya, Abi harus menelan pil pahit ketika memutuskan untuk naik ke kelas pertandingan dengan ketinggian lompatan 100 cm keatas.

Harapan besar Abi datang ketika kuda barunya yang bernama Faramia tiba di Indonesia untuk menyokong prestasinya di kelas-kelas atas. Dengan kepercayaan diri yang tinggi berkat prestasi moncernya bersama kuda Anjani, Abi sangat yakin petualangan barunya bersama Faramia akan berjalan kompetitif.
“Kenyataannya sangat diluar ekspektasi, performa Faramia dilapangan sangat buruk, mulai dari tidak mau start hingga sering menolak rintangan yang membuat saya jarang finish dengan Faramia. Untung saja waktu itu saya masih bertanding bersama Anjani dan masih bisa naik podium untuk mengurangi rasa kecewa saya,” ucap Abi mengenang awal perjalanan karirnya bersama Faramia.
Beragam cara pun dilakukan Abi mulai dari koordinasi internal bersama Sang Plelatih Adi Katompo hingga berkonsultasi dengan Marc Boes ketika Abi mengikuti sesi coaching clinic pelatih asing tersebut, dan salah satu caranya adalah dengan mengurangi sesi bertanding bersama Anjani untuk adaptasi riding style dengan Faramia.

“Hasilnya tidak jauh berbeda, Faramia memang sempat tampil dalam performa terbaiknya dan meraih juara 1 di salah satu kejuaraan di Jawa Timur, tapi setelah itu performanya kembali seperti semula,” terang Abi.
Ditengah rasa putus asa yang mulai menghantui rider potensial tersebut, akhirnya Abi pun mencoba jalan terakhir yakni menitipkan Faramia ke AR Team Equestrian untuk dilatih langsung oleh coach Agung Rianto demi mengembalikan mental dan performa Faramia yang seringkali drop.
Kurang lebih selama 4 bulan Faramia berada dibawah pengawasan dan pelatihan coach Agung Rianto, performa dan mentalitas kuda tersebut pun mulai menunjukan kemajuan hingga Abi kembali turun di Kejuaraan Berkuda Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 yang digelar di HUB Indonesia pada 9-12 April 2026 lalu.
Pada kejuaraan tersebut, duet Abi dan Faramia cukup sukses dengan raihan 1 medali emas di kelas Jumping 90-100 cm U18, 1 medali perak kelas Jumping 85-95 cm Open, dan 1 medali perunggu di kelas 70-80 cm Open.

“Di kejuaraan kemarin, performa Faramia sudah lumayan baik, mentalitasnya lebih berani dan bisa diajak kerja sama saat pertandingan. Terus terang saya sangat senang dengan kondisi Faramia dan semoga performanya bisa terus dipertahankan. Coach Agung juga sudah mempercayakan saya untuk lebih sering lagi berlatih bersama Faramia agar lebih bonding lagi kedepannya,” lanjut Abi penuh semangat.
Sementara itu coach Agung Rianto yang dihubungi via jaringan whatsapp menyampaikan bahwa saat ini yang dibutuhkan Faramia adalah pelatihan intens dengan perawatan yang terbaik untuk menjaga performanya.
“Selain melatih Faramia untuk mengembalikan kemampuan dan mentalnya, saya juga mencoba untuk membangun kembali mentalitas dan kepercayaan diri Abi. Ini menjadi tugas berat, namun saya sangat bersyukur baik Abi dan Faramia mulai tumbuh rasa kepercayaan diri saat di pertandingan, dan bila segala segala sesuatunya sudah memungkinkan, Abi dan Faramia harus naik ke kelas yang lebih tinggi, dan saya yakin itu bisa tercapai dengan melalui proses latihan yang teratur dan disiplin,” ungkap Agung Rianto.

Dengan kondisi dan keadaan yang mulai berpihak kepadanya, Abi pun menyampaikan terima kasih kepada pelatih berkudanya yakni Adi Katompo dan Agung Rianto serta kedua orang tua yang selalu memberikan semangat saat mentalnya terpuruk. Bagi Abi, pengalaman tersebut akan selalu diingatnya dalam perjalanan karir berkudanya.
“Saya harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan saya dari teman-teman seangkatan saya, kurang lebih dua setengah tahun saya merasa sangat tertekan dengan permasalahan ini, semoga Faramia bisa terus berada dalam performa terbaiknya,” tutup Abi.






