Jumat, Juni 5, 2026
BerandaSHARK EQUESTRIAN COMPETITIONKELAS LEARN TO RIDE DAPAT BANYAK APRESIASI

KELAS LEARN TO RIDE DAPAT BANYAK APRESIASI

Kejuaraan Berkuda Shark Equestrian Competition (SEC) telah menyelesaikan pertandingan di nomor-nomor Dressage dalam 2 hari perlombaan (3-4/6). Kejuaraan yang diselenggarakan di markas Anantya Riding Club yang berlokasi di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat tersebut secara keseluruhan telah melombakan 19 kelas pertandingan Dressage dengan total 170 entri peserta yang berpartisipasi.

Podium kelas Learn To Ride

Salah satu fakta menarik pada kejuaraan tersebut adalah kelas pertandingan Learn To Ride yang dikhususkan untuk atlet-atlet cilik yang ingin menekuni dunia olahraga berkuda Equestrian. Dalam kelas tersebut, peserta dapat menjalani pertandingan dibawah pengawasan para pelatih masing-masing.

Selain menjadi ajang pembinaan, kelas Learn To Ride juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan regulasi-regulasi pertandingan yang harus ditaati setiap atlet sekaligus merasakan langsung atsmosfir pertandingan di lapangan Dressage berstandar perlombaan. Kelas ini juga sangat berguna dalam membangun kepercayaan diri dan mentalitas atlet sebelum beranjak ke kelas pertandingan yang sesungguhnya.

Salah satu peserta kelas Learn To Ride

“Alhamdulillah pertandingan-pertandingan Dressage berjalan lancar, para atlet dapat bertanding dengan baik, dan banyak orang tua para atlet di kelas Learn To Ride yang senang karena anak-anak mereka dapat ikut bertanding di kelas yang mungkin hanya diselenggarakan di kejuaraan ini,” Ujar Event Director SEC, Rahmat Natsir.

Bagi para atlet dewasa yang juga baru menekuni olahraga berkuda Equestrian, kejuaraan juga menyelenggarakan kelas khusus Walk Trot New Comer yang maksud dan tujuan penyelenggaraannya kurang lebih sama dengan kelas Learn To Ride, dimana para atlet dapat merasakan langsung turun bertanding di sebuah event kompetisi.

Kelas Medium Open

“Tahun ini, kejuaraan menambah satu kelas pertandingan yakni Medium Open, jadi lumayan ada penambahan peserta. Cuma ada beberapa kelas pertandingan yang minim peserta di karenakan para atlet masih sibuk dengan kegiatan ujian di sekolah masing-masing,” terang Rahmat.

Terkait fenomena penurunan jumlah peserta Dressage di banyak kejuaraan berkuda, Rahmat pun merasa cukup prihatin atas berkurangnya minat para atlet untuk menekuni Dressage, mengingat Dressage adalah ilmu pengetahuan dasar bagi para atlet bila ingin menekuni cabang lain seperti Jumping, Eventing, dan lain-lain.

Rahmat Natsir

“Sekarang ini minat para atlet untuk menekuni Dressage memang sangat berkurang, Saya menghimbau agar para atlet juga terus belajar Dressage kalau perlu hingga level tertinggi agar regenerasi atlet Dressage di Indonesia dapat berjalan dengan baik,” tutup Rahmat Natsir.

 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments