BerandaRagamTEMBUS PODIUM FEI CSI1* 140 CM, BABAK BARU KARIER BERKUDA GADIS KIREINA

TEMBUS PODIUM FEI CSI1* 140 CM, BABAK BARU KARIER BERKUDA GADIS KIREINA

REDAKSI BERKUDA – Gadis Kireina Iskandar baru saja mencatatkan pencapaian bersejarah dalam perjalanan karier berkudanya setelah sukses meraih kemenangan di kelas bergengsi FEI CSI1* International Jumping Competition 140 cm pada kejuaraan yang diselenggarakan oleh Equinara Horse Sports di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur, pada 17–18 Oktober 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi Gadis yang mewakili W Equestrian–Arthayasa. Ia tercatat sebagai atlet berkuda putri junior pertama yang mampu menembus podium tertinggi di kelas jumping FEI CSI1* 140 cm. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat persaingan di kelas tersebut melibatkan sejumlah rider papan atas Indonesia yang memiliki kemampuan dan pengalaman bertanding mumpuni, hingga persaingan harus berlanjut ke babak jump-off.

Tak sekadar tampil sebagai yang terbaik di kelas bergengsi tersebut, Gadis yang kali ini membawa dua kuda andalannya, Stitches dan Mia. S, juga berhasil membukukan sederet prestasi membanggakan. Sepanjang dua hari pertandingan, ia sukses mengoleksi tiga medali emas dan satu medali perunggu.

Gadis Kireina Iskandar saat podium FEI CSI1* 140 cm

Dua medali emas pertama diraih dari kelas FEI CSI1* 120 cm dan 130 cm pada Sabtu (17/10), sebelum melengkapi pencapaiannya dengan kemenangan di kelas FEI CSI1* 140 cm pada Minggu (18/10). Sementara itu, tambahan satu medali perunggu diperoleh dari kelas FEI CSI1* 130 cm yang juga digelar pada hari terakhir pertandingan.

Rangkaian hasil tersebut menjadi gambaran perkembangan kemampuan Gadis yang semakin matang dalam menghadapi tantangan pertandingan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Terlebih, keberhasilannya menaklukkan kelas 140 cm sekaligus menunjukkan bahwa atlet junior pun memiliki peluang untuk bersaing dan meraih prestasi di tengah dominasi para rider senior.

PENGALAMAN BERHARGA DI TENGAH PERSAINGAN PARA RIDER SENIOR

Di balik keberhasilannya memborong sejumlah medali, Gadis mengakui bahwa persaingan dalam kejuaraan kali ini memberikan pengalaman yang berbeda. Berhadapan langsung dengan para rider senior yang telah memiliki jam terbang tinggi sempat menghadirkan tekanan tersendiri, terutama ketika pertandingan memasuki fase-fase penentuan. Namun, situasi tersebut justru menjadi kesempatan berharga bagi Gadis untuk menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus mendapatkan pelajaran dari para atlet yang lebih berpengalaman.

“Ini benar-benar menjadi pengalaman yang sangat berharga. Dengan dukungan dan semangat sportivitas dari para senior saya, kompetisi ini memberikan saya kesempatan untuk belajar banyak hal yang sangat bermakna,” tutur Gadis seusai pertandingan.

Gadis Kireina Iskandar, kemenangan bersejarah (foto: Tika Garlina)

Gadis juga memberikan apresiasi terhadap performa kedua kudanya yang dinilai mampu menunjukkan kerja sama luar biasa sepanjang kejuaraan. Baginya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari hubungan dan rasa saling percaya yang telah dibangun melalui proses latihan yang panjang.

Khusus bersama Mia. S, keberhasilan melewati babak jump-off menjadi salah satu momen paling berkesan. Di tengah ketegangan dan tuntutan untuk tampil maksimal, Gadis tetap berusaha menjaga fokus serta memberikan kepercayaan penuh kepada kudanya hingga berhasil menyelesaikan pertandingan dengan hasil terbaik.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa keberhasilan dalam olahraga berkuda bukan semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis seorang rider, tetapi juga kualitas komunikasi dan kerja sama antara atlet dengan kuda yang ditungganginya.

KONSISTENSI LATIHAN DAN KEDISIPLINAN JADI KUNCI KEBERHASILAN

Pencapaian Gadis tentu bukan hasil yang datang secara instan. Di balik penampilannya yang semakin kompetitif, terdapat proses pembinaan dan latihan berkesinambungan di bawah arahan pelatihnya, Erwin M Yoga.

Gadis mengungkapkan bahwa konsistensi dan kedisiplinan menjadi fondasi utama yang selama ini diterapkan dalam program latihannya. Selain terus mengasah kemampuan teknik berkuda, ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kekuatan fisik dan ketangguhan mental sebagai bagian penting dalam menghadapi tekanan pertandingan.

Tidak kalah penting, proses latihan tersebut turut membantunya memahami karakter masing-masing kuda secara lebih mendalam. Menurutnya, mengenali kebiasaan, kemampuan, serta kebutuhan setiap kuda, baik di dalam maupun di luar arena, merupakan bagian dari tanggung jawab seorang atlet sekaligus pemilik kuda. Pendekatan inilah yang kemudian membantunya membangun kerja sama lebih baik bersama Stitches dan Mia. S, terutama ketika harus menghadapi lintasan dengan tingkat kesulitan dan tekanan kompetisi yang semakin tinggi.

Erwin MANDOR Yoga, dukungan pelatihan dan pembinaan (foto: Tika Garlina).

Sementara itu, Erwin M Yoga memberikan apresiasi terhadap penampilan anak didiknya yang dinilai mampu menjaga performa secara konsisten sepanjang kejuaraan.

“Berkat konsistensinya dalam berlatih, Gadis mampu menjalin kerja sama yang baik dengan kedua kudanya. Kondisi fisik dan staminanya pun sangat baik, yang mencerminkan kedisiplinan dan komitmennya sebagai seorang atlet,” terang Erwin M Yoga.

Menurut Erwin, kemampuan Gadis dalam menjaga keseimbangan antara kesiapan teknik, kondisi fisik, dan komunikasi dengan kuda menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilannya. Hal tersebut juga memperlihatkan perkembangan positif dari proses pembinaan yang selama ini dijalani.

KEMENANGAN BUKAN AKHIR, TANTANGAN LEBIH BESAR MENANTI

Keberhasilan menembus podium tertinggi FEI CSI1* 140 cm kini menjadi tambahan motivasi bagi Gadis untuk terus mengembangkan kariernya di cabang olahraga show jumping. Ia bertekad memperbanyak pengalaman bertanding dan secara bertahap meningkatkan kemampuan agar dapat berkompetisi di ajang-ajang yang lebih tinggi dan bergengsi.

Meski baru saja mencatatkan pencapaian penting, Gadis menyadari bahwa perjalanan kariernya masih panjang. Masih banyak aspek yang perlu dipelajari dan disempurnakan untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.

“Saya menyadari bahwa masih banyak hal yang harus saya pelajari dan tingkatkan. Namun, saya sangat antusias untuk terus berkembang, menambah pengalaman, dan melihat sejauh mana saya dapat melangkah serta meraih prestasi bersama kuda-kuda saya,” sambung Gadis.

Gadis Kireina Iskandar, motivasi melompat lebih tinggi

Semangat tersebut mendapat dukungan penuh dari Erwin M Yoga yang berkomitmen untuk terus mendampingi dan meningkatkan kemampuan anak didiknya dalam menghadapi berbagai agenda pertandingan berikutnya. Namun, di tengah euforia keberhasilan tersebut, Erwin juga memberikan pesan penting agar Gadis tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, satu kemenangan tidak boleh membuat seorang atlet terlena, sebab mempertahankan konsistensi dan terus meningkatkan kualitas penampilan merupakan tantangan yang tidak kalah besar dibandingkan meraih gelar juara.

Erwin menekankan pentingnya menjalani setiap proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, serta menjadikan setiap pengalaman bertanding sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan. Baginya, prestasi seharusnya menjadi hasil dari kerja keras dan proses panjang yang dijalani secara konsisten, bukan sekadar target yang ingin dicapai dalam waktu singkat.

Gadis Kireina Iskandar, jaga konsistensi dan kedisiplinan (foto: Tika Garlina).

Keberhasilan Gadis Kireina Iskandar di kelas FEI CSI1* 140 cm pun menjadi catatan positif bagi perkembangan atlet-atlet muda di cabang olahraga jumping Indonesia. Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa melalui pembinaan yang tepat, kedisiplinan, serta kesempatan berkompetisi secara berkelanjutan, atlet junior memiliki potensi untuk bersaing di level pertandingan yang lebih tinggi.

Bagi Gadis sendiri, tiga medali emas dan satu medali perunggu yang diraihnya dalam kejuaraan kali ini bukan hanya menjadi bukti perkembangan kemampuan, melainkan juga modal kepercayaan diri untuk melangkah menuju tantangan berikutnya.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments