Rider Junior KHI Equestrian Jogjakarta, Sagara Mahia Andaru sukses menjadi sorotan publik Equestrian yang hadir langsung menyaksikan berlangsungnya pertandingan seru di kelas Jumping 110 Cm Individual yang menjadi partai puncak pada Kejuaraan Berkuda Djiugo Next Adventure (DNA) 2025 dan diselenggarakan di Venue Berkuda Arthayasa Stable Limo Depok (10-13/7).
Sagara tampil memukau dengan menembus peringkat 4 besar di kelas pertandingan yang dihuni oleh total 31 rider Junior papan atas nasional. Uniknya, ditengah mayoritas Rider yang menunggang kuda-kuda dari ras Warm Blood (WB), Sagara menjadi salah satu Rider yang berpasangan dengan kuda bernama Valeria yang merupakan kuda lokal atau biasa disebut sebagai Kuda G.

Pada pertandingan di kategori Jumping 105 Cm Team Competition yang digelar Sabtu (12/7), Sagara dan kuda Valeria yang bergabung dalam Grup M&M bersama Catherine Febe Gede dan Ruben Haryo Wibisono juga sukses mencatatkan hasil mengesankan dengan raihan Clear Round dan finish di peringkat ke 4 dari 11 Grup yang berpartisipasi.
“Senang rasanya bisa menambah pengalaman bertanding bersama Rider-rider yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Kuda Valeria juga dalam kondidi yang baik dan kegagalan di babak Jump Off lebih disebabkan karena kesalahan Saya sendiri.” Ungkap Sagara Mahia yang telah mempersiapkan penampilannya di DNA 2025 ini dengan rutin berlatih 3 atau 4 kali dalam seminggu jelang pertandingan.

Saat pertandingan dikelas Jumping 110 Cm Individual digelar, Sagara dan kuda Valeria tampil cukup impresif dengan membukukan hasil Clear Round dibabak pertama yang membuat Rider asal Jogjakarta tersebut berhak melaju ke babak Jump Off yang hanya diikuti oleh 4 dari 31 Rider yang berpartisipasi.
Saat babak Jump Off dilaksanakan, Sagara yang memang masih minim pengalaman tanding di event junior level nasional memang belum sepenuhnya mampu dalam mengatasi tekanan-demi tekanan yang timbul saat melakoni babak Jump Off. Dengan beban pinalti 8 poin, Sagara memang harus puas menempati peringkat ke 4, namun begitu Sagara pun berhasil menunjukkan kemampuan berkudanya yang berkembang dengan pesat dan mampu bersaing di kalangan junior papan atas nasional.

“Selesai kejuaraan ini, Saya akan terus berlatih untuk mempersiapkan diri dan mudah-mudahan bisa menembus ajang Kejurnas Equestrian 2025 mendatang.” Sambung Sagara Mahia.
Sementara itu, Founder KHI Equestrian Sapta Nugraha juga mengungkapkan bahwa perjalanan Sagara dan kuda Valeria sebelumnya harus menghadapi beberapa kendala sebelum akhirnya bisa memiliki Chemistry yang apik pada kejuaraan ini. Dari sebelumnya diawali rasa keputusasaan pemilik kuda Valeria, hingga melalui proses pelatihan di markas KHI Equestrian yang berhasil meningkatkan performa kuda Valeria bahkan hingga mencapai ketinggian lompatan 110 Cm saat pertandingan.

“Saya bangga dengan pencapaian Sagara, apalagi pada kompetisi ini Sagara harus bersaing dengan Rider junior papan atas yang mayoritas menggunakan kuda WB. Kedepannya Sagara akan terus berlatih untuk mempersiapkan diri mewakili Kontingen DIY di ajang Kejurnas Equestrian 2025.” Tegas Sapta Nugraha.
Pelatih berkuda KHI Equestrian, Tedi Setiadi juga menyampaikan perkembangan positif khususnya bagi performa kuda Valeria saat pertandingan tersebut, menurutnya untuk sekelas kuda G (KPI), Valeria memang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Lanjut Tedi, saat ini tim akan terus berupaya untuk menjaga kondisi dan konsistensi Valeria dengan memberikan program-program pelatihan dari lompatan 80 Cm hingga fokus di ketinggian 110 Cm.






