Jelang Kejurnas Pacuan seri 1 bulan Oktober 2020 mendatang, banyak stable-satable yang kini tengah mempersiapkan diri untuk membela kontingennya masing-masing. Meskipun masih terbelit permasalahan akibat masa pandemi covid 19, namun tak mengurangi semangat para pemilik-pemilik stable dalam melatih kuda dan juga joki mereka untuk tampil maksimal di Kejurnas nanti. Salah satu stable yang tengah melakukan hal tersebut adalah Pikatan Stable. Bagi Pikatan Stable, Kejurnas Pcuan seri 1 dan 2 ini merupakan pertandingan kandang, jadi tak heran bila para awak Pikatan Stable tengah berusaha ekstra keras demi membela kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kejurnas tersebut.
“Persiapan sejauh ini baik dan lancar meskipun ada sedikit-sedikit permasalahan. Kita pun sudah beberapa kali menggelar sesi latihan bersama yang diikuti stable-stable yang nantinya sama-sama akan mewakili Kontingen DIY.” Ujar M. Taufan Istihar, pelatih sekaligus pemilik Pikatan Stable.

Taufan (sapaan akrab beliau) pun menyampaikan dari beberapa stable yang mewakili Kontingen DIY nantinya akan turun di semua kelas kecuali kelas THB. Bahkan untuk kelas paling bergengsi yakni Derby 3 tahun, Kontingen DIY akan menurunkan 6 kuda yang salah satunya wakil dari Pikatan Stable dengan kuda bernama Super Star Pikatan.
“Khusus untuk kelas Derby 3 tahun, Kami memang tengah fokus dalam persiapan, apalagi untuk Kejurnas nanti kelas Derby 3 tahun akan menempuh jarak 2.000 M yang sebelumnya 1.600 M. Dalam memilih kuda tentu kami akan memperhatikan dari segi karakter kudanya selama proses persiapan ini.” Tambah Taufan seraya menambahkan untuk Pikatan Stable total akan menurunkan sekitar 5 kuda terbaiknya pada gelaran Kejurnas Pacuan seri 1 mendatang.
Sebagai tuan rumah, Taufan pun mengisyaratkan kesiapan Kontingen DIY jelang Kejurnas nanti. Proses latihan 6 hari dalam seminggu dianggap cukup untuk meladeni lawan-lawan tangguh dari Kontingen daerah lain.

“Ya saat ini, selain latihan setiap hari, Kami juga konsen dalam menjaga kesehatan kuda-kuda Kami terutama kesehatan otot kaki. Dan bila tidak ada halangan kemungkinan besar di akhir Agustus ini Kami akan menggelar sesi latihan bersama lagi.” Tutup Taufan.
Bicara sejarah Pikatan Stable termasuk ke dalam salah satu stable tua baik di Pulau Jawa ataupun Indonesia. Didirikan oleh H. Achmad Shofwan pada era tahun 1960 di Kota Blitar Jawa Timur, Pikatan Stable mulai eksplorasi ke Kab. Bantul DIY pada tahun 2003. Lima tahun kemudian, atau tepatnya pada tahun 2008, Pikatan Stable turut membidani berdirinya Arena Pacuan Kuda Sultan Agung dengan dukungan langsung dari Pemkab Bantul DIY. Saat ini, selain tetap memiliki stable di Blitar dan Bantul, Pikatan Stable juga menjalani usaha peternakan (breeding) dikawasan Kali Urang Yogyakarta, sementara untuk pembibitan atlit, Pikatan Stable juga membuka sekolah berkuda equestrian dibilangan Gedong Kuning Yogyakarta.







