Bagi sebagian kalangan, Sumbar memang dikenal dengan olahraga berkudanya. Selain karena olahraga berkuda sudah menjadi budaya, setidaknya hingga saat ini Sumbar memiliki peranan penting dalam keberlangsungan olahraga berkuda atau khususnya kuda pacuan untuk wilayah pulau Sumatra. Namun sedikit disayangkan, ditengah hingar bingarnya perkembangan olahraga berkuda di Sumbar, ada satu yang sulit ditemukan disana yakni cabang equestrian. Sebenarnya, secara demografi, Sumbar memiliki potensi untuk mengembangkan cabang equestrian mengingat kultur budaya masyarakat Ranah Minang yang kental akan dunia berkudanya.
Hal inilah yang membuat seorang putra asli Minang yakni Dicky Kamsari terpanggil untuk mengembangkan cabang equestrian khususnya di wilayah Sumbar. Meskipun Dicky sadar bahwa pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang mudah, namun sepertinya tekad bulat Dicky untuk memperkenalkan cabang equestrian di Sumbar siap menempuh resiko apapun demi kemajuan atlit-atlit dari tanah kelahirannya.

Terpanggil bangun cabang equestrian ditanah kelahiran
“Semua berawal saat saya dipanggil Ketua PP Pordasi (H. Edy Saddak) yang memberikan instruksi untuk mengembangkan cabang equestrian di daerah-daerah, karena saya kebetulan asli Sumbar, akhirnya saya tergerak untuk berbuat sesuatu khususnya bagi Sumbar.” Tutur Dicky Kamsari mengawali pembicaraan dengan berkuda.com.
Selanjutnya, pertemuan dengan Ketua PP Pordasi itupun membawa Dicky untuk bertemu langsung dengan Ketua Pengprov Pordasi Sumbar, Ramlan Nurmatias. Ramlan yang juga merupakan Walikota Bukit Tinggi tersebut akhirnya memberikan mandat kepada Dicky untuk mengemban sebagai Ketua Komisi Equestrian Pengprov Pordasi Sumbar, apalagi diakui, bila selama ini memang belum ada SDM yang tepat untuk membangun cabang equestrian di wilayah Sumbar.

Bantuan dari berbagai pihak
“Bapak Ramlan Nurmatias sangat antusias untuk mengembangkan cabang equestrian di Sumbar. Akhirnya setelah saya menerima SK pengangkatan, saya pun mulai membentuk tim yang akan mengikuti Kejurnas Equuestrian 2019 di Jakarta ini.” Tambah Dicky Kamsari.
Berbagai dukungan pun mengalir bagi Dicky saat membentuk Kontingen Sumbar yang akan turun di Kejurnas tersebut. Meskipun hanya dengan jangka waktu yang relatif singkat, namun akhirnya Dicky berhasil meramu dan membentuk tim yang siap tempur.

Bekerja maksimal dan berdoa
“Salah satu bantuan datang dari Bapak Rafiq Radinal. Untuk tim Bapak Rafiq mendatangkan pelatih tim jumping dari Belanda dan pelatih tim dressage asal Portugal, ditambah lagi oleh dukungan beberapa rekan saya diantaranya Om Nico dan Pak Bibit. Saya hanya mencoba untuk bekerja maksimal dan berdoa agar kami mendapatkan orang-orang terbaik dan berkompeten dibidang equestrian ini.” Lanjut Dicky.
Berbekal orang-orang terbaik dan kompeten dibidangnya, akhirnya secara resmi Kontingen Sumbar mengikuti Kejurnas Equestrian 2019. Lalu apakah program-program selanjutnya dari Dicky Kamsari untuk kemajuan dunia equestrian di Sumbar? simak kelanjutannya hanya di berkuda.com.






