Rider Marco Wowiling kembali embuktikan kapasitasnya sebagai atlet berkuda berbakat yang dimiliki Indonesia. Marco yang juga piawai di kategori Show Jumping, kali ini mencoba adu kemampuan di kategori Dressage. Dengan dukungan kuda-kuda milik W Equestrian yang sudah dikenal sebagai “kandangnya kuda Dressage”, Marco sukses menyabet tiga medali emas dan 1 perak dari gelaran Kejuaraan Berkuda Arthayasa Open yang dihelat di Arthayasa Stable Limo Depok (16-18/5).

Dengan keberhasilan tersebut, Marco pun mempertegas eksistensi W Equestrian sebagai stable Dressage yang tidak bisa dipandang sebelah mata, mengingat prestasi W Equestrian di kategori Dressage yang kerap memuncaki pertandingan-pertandingan di kelas bergengsi pada event-event kompetisi yang pernah diikuti tim yang juga bermarkas di Arthayasa Stable tersebut.

“Kita cukup senang atas pencapaian tim di kejuaraan ini apalagi ini adalah event berlevel CDI 1* yang pertama kalinya digelar di Indonesia dengan penilaian mutlak dari 3 juri asing yang berlisensi FEI ditambah lagi Marco yang bergabung di tim kita dengan persiapan yang relatif singkat namun tetap berlatih sepanjang waktu untuk menghadapi event ini.” Tutur Mira Warganegara, Founder W Equestrian.

Mira pun sangat menyayangkan perihal dirinya dan juga Erwin M Yoga yang harus absen dalam kejuaraan ini dikarenakan faktor kesehatan kudanya yang tidak fit dan kondisi Erwin yang tengah didera cedera saat berlatih, terlebih Mira merupakan salah satu Rider Dressage papan atas Indonesia yang kerap kali melakoni laga-laga internasional di kelas Intermediate I yang menjadi kelas utama dari pertandingan FEI CDI tersebut.
Dari hasil pertandingan, Marco sukses meraih 2 medali emas di hari pertama kejuaraan (Sabtu, 17/5) bersama kuda Flower Power by Fidertanz dari kelas Prix St. Georges (PSG) dan di kelas Medium Open berpasangan dengan kuda Toronto by Totila.

Berlanjut ke pertandingan hari kedua (Minggu, 18/5), Marco kembali berhasil menempatkan dua kuda pasangan tandingnya yakni Flower Power dan States Wonder by Stateman sebagai peraih juara satu dan dua di kelas Prix St Georges (PSG).
“Kuda-kuda yang Kami turunkan mayoritas merupakan kuda-kuda yang baru turun di pertandingan, jadi dari hasil pertandingan ini Kami banyak mendapatkan masukan terkait kesalahan-kesalahan baik dari Rider dan juga kudanya sebagai masukan dan bahan koreksi dengan tujuan semoga kedepannya bisa tampil lebih baik lagi.” Sambung Mira Warganegara

Sementara itu Rider W Equestrian lainnya Ignatius Fernando juga tampil impresif dengan meraih 1 medali perak dari kelas Advance Open pada pertandingan hari kedua (Minggu, 18/5) berpasangan dengan kuda Je T’aime by Glock Jhonson (milik Anny Gunadi). Fernando yang juga merupakan pelatih berkuda W Equestrian semakin progres sejak tahapan Preliminary hingga mencapai tingkat Advance dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Semoga saja di pertandingan FEI CDI berikutnya, Saya dan Erwin bisa ikut berpartisipasi serta menjadi bagian dari event besar tersebut.” Pungkas Mira Warganegara.
Selamat Tim W Equestrian.






