Kabar memprihatinkan datang dari Kontingen Berkuda Equestrian DKI Jakarta jelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional Equestrian 2023 yang juga menjadi bagian dari Babak Kualifikasi akhir untuk PON 2024 Aceh-Sumut yang rencananya akan segera bergulir di Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Pulomas Jakarta Timur pada 8-15 September 2023 mendatang.
Disaat beberapa tim dari kontingen lain tengah memantapkan proses persiapan jelang Kejurnas tersebut, beberapa Atlet berkuda wakil DKI Jakarta justru mengundurkan diri untuk membela tim silang monas tersebut di kejuaraan Equestrian paling bergengsi itu.
Beberapa Atlet tersebut adalah Aisha Maydina Hakim, Nusrtdinov Zayan Fatih, dan Teuku Rifat Renanda Harsya serta Albert Extegemus Pelealu yang bertindak sebagai Pelatih resmi mengajukan surat permohonan mengundurkan diri melalui kuasa hukum Mereka Gibraltar Marasabessy, SH dan tengah menunggu persetujuan dari Pengprov Pordasi DKI Jakarta yang saat ini dijabat oleh Aryo Djojohadikusumo sebagai Ketua Umum dan Robby F Asshidiqie sebagai Sekertaris Umum.
Adapun yang menjadi sebab musabab hengkangnya para Atlet tersebut adalah buruknya manajemen Tim Pengurus Equestrian Kontingen DKI Jakarta yang tidak memberikan perhatian pada proses persiapan para Atlet bahkan sejak awal Babak Kualifikasi PON 2024. Tahapan verifikasi para Atlet pun sempat terganjal hingga tidak lolos pada verifikasi tahap pertama karena dokumen yang tidak lengkap imbas dari lambannya komunikasi dan kordinasi.

Bahkan yang paling parah, Tim Pengurus Equestrian Kontigen DKI Jakarta pun tak pernah menghadiri sesi Pemusatan Latihan (Training Camp) yang diselenggarakan pada tanggal 2-4 September 2023 di JIEP Pulomas Jakarta Timur.
“Dengan realita yang demikian, terus terang beberapa Atlet sudah tidak semangat lagi untuk membela Kontingen DKI Jakarta dan menyatakan mengundurkan diri untuk pindah Kontingen, lalu untuk kepindahan kontingen itu kan merupakan hak Atlet yang memiliki dasar hukum, namun kenyataannya saat ini Kami dipersulit untuk menyelesaikan dokumen pelepasan Atlet dan hingga sekarang ini disaat Kejurnas tinggal menghitung hari tidak ada tanda-tanda Pordasi DKI Jakarta untuk menerbitkan surat rekomendasi pelepasan Atlet agar bisa ditidaklanjuti oleh KONI DKI Jakarta.” Ujar Riyanti Kutty Nurinda (Rinda) Pemilik DNV Equestrian yang sebelumnya menjadi bagian dari Kontingen DKI Jakarta.
Upaya mediasi pun telah ditempuh dengan melibatkan Ketua Umum PP Pordasi Triwatty Marciano melalui pertemuan yandigelar hari Selasa (5/9), namun Rinda pun mengungkapkan bahwa pertemuan yang juga dihadiri oleh Ketua Pengprov Pordasi DKI Jakarta Aryo Djojohadikusumo itu akhirnya menemui jalan buntu dengan sikap PP Pordasi yang seolah “memaksakan” agar para Atlet-atlet tersebut tetap bertahan di Kontingen DKI Jakarta.
“Kita akan terus memperjuangkan hak-hak para Atlet untuk tetap bisa bertanding di Kejurnas Equestrian 2023 dan PON 2024 melalui kontingen dari daerah lain. Dengan segala perlakuan yang Kami terima selama ini terus terang Kami tidak bisa bertahan dengan kontingen yang tata kelola organisasinya berantakan.” Lanjut Rinda yang juga akan melibatkan Pengacara untuk memperjuangkan hak-hak para Atlet untuk tetap berprestasi.

Sebagai gambaran, prestasi para Atlet Equestrian DKI Jakarta memang boleh dikatakan terjun bebas dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini. Setelah sempat merajai kasta Equestrian nasional dengan meraih gelar Juara Umum PON 2016 dan Kejurnas Equestrian 2019 lalu di masa kepemimpinan Almarhum Alex Asmasoebrata, Kontingen Equestrian DKI Jakarta pun harus menyerah kalah dari Kontingen Jawa Barat yang mendominasi di Kejurnas Equestrian 2021 Parongpong Lembang Bandung dan harus puas menduduki peringkat kedua Juara Umum.

Puncak kegagalan Kontingen Equestrian DKI Jakarta pun terjadi saat mengikuti Kejurnas Equestrian 2022 yang diselenggarakan di Surabaya Jawa Timur, dimana Tim Ibukota hanya mampu meraih peringkat tujuh dari total delapan kontingen peserta yang berpartisipasi. Dengan predikatnya sebagai kiblat olahraga Equestrian Indonesia karena memiliki segudang Atlet papan atas, tentu proses pembinaan Atlet di DKI Jakarta patut untuk dipertanyakan.
“Kita tunggu itikad baik dari Pordasi DKI Jakarta untuk segera mengeluarkan surat rekomendasi pelepasan Atlet ke KONI DKI, Kami berharap ini semua bisa diselesaikan tepat waktu dengan pelaksanaan Kejurnas. Dan semua ini Kami jalani dan Kami tempuh agar para Atlet-atlet tersebut bisa terus bertanding dan berprestasi sesuai dengan keikhlasan dan hati nurani Mereka.” Tutup Rinda.






