Bagi Glory Gabrielle Surya, gelaran Kejurnas Equestrian 2019 yang baru saja digelar (19-22/9) lalu di Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Pulomas Jakarta merupakan salah satu kejuaraan yang paling berkesan dalam perjalanan karir berkudanya. Maklum saja, karena dalam kejuaraan tersebut, Glory berhasil menyumbangkan 1 medali emas dan 1 medali perunggu bagi Kontingen DKI Jakarta yang diwakilinya.

“Senang dan bangga bisa mempersembahkan medali emas dan perunggu bagi Kontingen DKI Jakarta yang saya wakili dan membuat kejurnas tahun ini menjadi sangat berkesan.” Tutur Glory ketika diwawancarai berkuda.com.
Pada kejuaraan tersebut, Glory meraih emas dari kelas dressage open beregu dan medali perunggu didapatkannya dari kelas jumping beregu U21. Turun bertanding dengan dua kuda kesayangannya yakni Smilla (kelas jumping) dan Avec Passion (kelas dressage), Glory bahkan menyumbangkan nilai tertinggi di kelas dressage beregu open dengan catatan total poin 65,982%.
“Secara pribadi, prestasi di kejurnas ini adalah pembuktian saya kepada kedua orangtua saya, bahwa dengan kuda-kuda berkualitas yang telah kedua orangtua berikan pada saya, maka saya bertanggung jawab untuk terus memacu prestasi saya.” Tambah Glory yang selalu mendapat dukungan semangat dari keluarganya.

Selain dukungan kedua orangtua, Glory pun selalu medapatkan support dari tempatnya menimba ilmu yakni SMA Santo Aloysius Bandung, bahkan pihak sekolah pun terus memantau kemajuan nilai pelajarannya agar tetap bagus meskipun harus mengorbankan waktu sekolah untuk turun di kejuaraan-kejuaraan berkuda.
“Untuk pertandingan kelas nasional, dulu saya pernah ikut tahapan seleksi PON, tapi sayangnya harus batal tanding karena waktu itu saya masih berusia dibawah umur. Pernah juga turun Di Porda mewakili Kota Bandung dan sekali turun di pertandingan kelas internasional di Thailand.” Imbuh gadis kelahiran 16 November 2002 tersebut.

Glory pun sempat mengisahkan suka dukanya dalam menjalani karir berkuda. Pengalaman terbanting dari punggung kuda hingga menyebabkannya harus masuk rumah sakit dan mengalahkan sang pelatihnya dalam suatu pertandingan merupakan cerita-cerita unik selama berkarir, dan semua itu tentu akan menjadi pengalamannya dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Kalau program dan target, saya ingin berusaha untuk selalu tampil baik di setiap pertandingan, dan kalau memang ada kesempatan saya ingin menambah pengalaman bertanding diluar nergeri.” Tutup Glory.






