Dalam setiap tim berkuda, tingkat keberhasilan tak cukup hanya dengan memiliki atlit hebat dan kuda yang mumpuni. Diluar dua hal tadi, sosok seorang manager tim juga memiliki peran penting dalam menentukan arah keberhasilan tadi. Dimana seorang manager harus mampu meramu jalinan komunikasi yang apik baik dengan atlit, pemilik kuda, pelatih, groom dan bahkan dengan tenaga dokter sehingga menimbulkan semangat kerja tim yang solid. Pada kesempatan kali ini, berkuda.com berkesempatan mewawancarai langsung Gendra Mahendra yang merupakan manager dari Aragon Stable.
“Bicara suka dukanya menjadi manager sejauh ini sih banyak sukanya ya. Diawal-awal aja saya sempat mengalami kesulitan dalam bekerja menangani belasan kuda sementara saya sendiri belum berpengalaman. Tapi karena dasarnya saya hobi dan suka terhadap kuda, sedikit demi sedikit saya pelajari hingga memasuki tahun kedua saya bisa bekerja dengan nyaman.” Tutur Gendra ketika berkuda.com menyambanginya di Aragon Stable Lembang Bandung.
Gendra yang mengenal kuda sejak duduk di kelas 2 SD tersebut pun sempat belajar berkuda di Kavaleri Bandung hingga duduk di bangku SMP dan sempat pindah ke salah satu stable di bilangan Ciawi Bogor.Saat memulai kuliah, Gendra pun sempat vakum dari kegiatan berkuda sebelum akhirnya kembali di pertengahan 2013 dan memulai bekerja di Aragon Stable.
“Poin terpenting adalah menjaga komunikasi yang baik antar seluruh tim terutama dengan atlit dan pemilik kuda. Setiap seminggu sekali kita mengadakan latihan parkur yang hasilnya akan kita laporkan kepada para pemilik kuda tentang kondisi dan kemajuan kuda itu sendiri.” Tambah Gendra.
Namun Gendra mengakui bahwa dirinya belum bisa puas dengan apa yang sudah diraihnya selama enm tahun bergabung di Aragon Stable, apalagi saat ini sudah banyak para pemilik kuda yang kategorinya bagus yang berimbas dengan semakin ketatnya persaingan saat pertandingan.
“Saya rasa masih banyak kekurangan dan saya masih perlu banyak belajar lagi. Yang penting sebagai manager saya berusaha untuk tegas dan disegani bukan ditakuti agar alur komunikasi tim dapat berjalan dengan baik.” Papar Gendra.
Saat ini ada sekitar 40 ekor kuda dibawah pengawasan Gendra yang 25 ekor diantaranya adalah milik dari Aragon Stable. Gendra pun menjamin bahwa semua kuda yang ada di Aragon Stable akan dirawat dan dilatih secara berkelanjutan dengan baik.
“Kalau pelayanan jasa di Aragon Stable kita punya price list dan sistim yang mungkin sama dengan stable-stable lainnya. Kami menyediakan lima pelatih kuda dengan didukung tenaga groom yang berpengalaman.” Tutur Gendra.
Mengenai pelayanan kesehatan ada dokter yang stanby, meskipun jaraknya agak jauh yakni di wilayah Cianjur, namun Gendra juga menjelaskan bahwa ada salah satu groom nya yang bisa dan mengerti pertolongan pertama bila terjadi masalah kesehatan pada kuda-kudanya sebelum ditangani langsung oleh dokter yang bersangkutan.







