Merebaknya virus corona (covid 19) di Indonesia sejak akhir Febuari 2020 lalu sontak membuat berbagai kegiatan olahraga berkuda yang sudah dijadwalkan semula menjadi berantakan menyusul keputusan Pemerintah yang melarang kegiatan-kegiatan yang melibatkan berkumpulnya banyak orang hingga menaikkan status PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diawali di Provinsi DKI Jakarta hingga ke daerah-daerah penyangga semisal Depok, Bogor, Bekasi dan Tangerang hingga ke daerah-daerah lainnya.
Dampak ini pun tak hanya dirasakan untuk tingkat nasional, sejumlah kejuaraan-kejuaraan berkuda baik untuk tingkat Asia dan Internasional pun masih berstatus wait and see. Meskipun merebak isyu beberapa negara di Asia dan Eropa mulai mengendurkan status lockdown, namun tak serta merta kondisi tersebut akan membuat kegiatan-kegiatan olahraga akan segera kembali normal, apalagi dengan perkembangan situasi Indonesia yang semakin hari semakin bertambah jumlah orang yang terpapar virus corona meskipun ada beberapa kemajuan dengan banyaknya pasien sembuh dibanding yang mengalami kematian.
Lalu bagaimana kegiatan para penggemar olahraga berkuda di Indonesia dalam masa pandemi ini? Apa strategi para pemilik stable-stable dalam menyikapi pasifnya ajang jeuaraan yang bisa saja merambah hingga akhir tahun nanti? Dan bagaimana kegiatan para atlit yang tetap harus berlatih dan melatih kuda mereka masing-masing?
Ikuti terus berkuda.com untuk menggali cerita olahraga berkuda Indonesia ditengah pandemi virus corona.






