redaksiberkuda (Jakarta). Mengagumkan, mungkin hanya kata tersebut yang pantas diberikan atas kerja keras Young Rider Indonesia asal Medan Sumatera Utara Brandon Toa dan Tim pada Kejuaraan Berkuda Asian Equestrian Federation (AEF) Cup CSI-B Taichung Taiwan 2025. Brandon menuntaskan perjuangan bagi merah putih dengan meraih medali emas pada kompetisi yang total diikuti oleh 12 negara dari seantero Asia tersebut.

Berpasangan dengan kuda Giovanca (borrow horse) Brandon cenderung bermain aman di babak pertama dan berhasil meraih hasil Clear Round dengan catatan waktu 70,13 detik yang sementara menempatkannya diposisi lima besar, dibawah cuaca gerimis dengan suhu berkisar 23 derajat celcius.
Berlanjut ke babak kedua, Brandon dengan kepercayaan diri yang tinggi tampil All Out tanpa beban. Rintangan demi rintangan berhasil dilibasnya dengan penuh keyakinan dalam kecepatan yang cukup signifikan. Setelah melewati rintangan terakhir, Brandon berhasil meraih hasil Clear Round dengan catatan waktu tercepat 46,71 detik sekaligus menyisihkan lawan-lawannya yang sempat menguasai jalannya pertandingan di babak pertama.

Kemenangan ini menjadi sangat spesial mengingat ini adalah kali pertama Brandon bertanding di tingkat Asia yang lawan-lawannya merupakan wakil-wakil terbaik dari berbagai negara. Semua diraih berkat kerja kerasnya dalam masa persiapan yang sebelumnya juga tampil apik pada Kejuaraan Berkuda Surabaya Jumping Master (20-23/2) dengan raihan
“Saya sangat bersyukur bisa mempersembahkan yang terbaik buat Indonesia setelah melawan wakil-wakil terbaik dari setiap negara. Meskipun sempat nervous tapi Saya berusaha yakin pada diri sendiri dan berusaha yang terbaik.” Ujar Brandon Toa usai menerima Tropi AEF Cup CSICh-B yang merupakan edisi gelaran perdana tersebut seraya menyampaikan rasa terima kasih kepada kuda orang tua (Williem Toa & Erna Wardika) serta Steven Menayang yang bertindak sebagai pelatih di kejuaraan tersebut.

Sementara itu Steven Menayang sebagai pelatih tak mampu menutupi rasa senang dan bangga atas perjuangan anak didiknya tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Epenk yang juga pelatih senior di ZZ Stable tersebut, mentalitas Brandon pada pertandingan tersebut sangat bagus meskipun harus menghadapi tekanan karena baru pertama kali bertanding atas nama negara.

“Salah satu kelebihan Brandon itu selalu mengikuti arahan-arahan dari pelatih. Brandon dirahkan untuk tampil aman dulu dibabak pertama dan tampil lepas di babak kedua. Dan dari segi persiapan, Tim Indonesia menjadi yang pertama kali datang di arena pertandingan dan memulai beradaptasi dengan lingkungan. Dengan pencapaian ini, Saya hanya berpesan agar Brandon terus belajar dan tetap rendah hati.” Ujar Epenk yang juga salut atas dukungan kedua orangtua Brandon disepanjang kejuaraan.
Sedangkan Williem Toa (Ayahanda Brandon) sempat menceritakan bahwa tekanan tak hanya melanda Brandon namun juga menimpa dirinya sebelum menghadapi pertandingan. Hal tersebut pun dapat dipahami, dengan parents support system yang selalu diberikan total untuk Brandon, Williem pun dapat merasakan aura persaingan yang ketat dalam pertandingan tersebut.

“Puji syukur, Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan PP Pordasi yang telah menugaskan Brandon pada kejuaraan ini, Saya pribadi juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan publik equestrian Indonesia yang selalu mendoakan dan mendukung perjuangan Kami disini. Bagi Brandon, ini bukanlah akhir, namun ini adalah awal untuk Brandon, yang pasti jangan cepat puas dan teruslah berlatih.” Tutup Willem Toa.
Congratz Brandon, Congratz Indonesia






