Minggu, April 19, 2026
BerandaRagamTUAI REAKSI POSITIF, GROOMS COURSE AKAN DIGELAR DI DAERAH-DAERAH

TUAI REAKSI POSITIF, GROOMS COURSE AKAN DIGELAR DI DAERAH-DAERAH

Tuai beragam tanggapan dan reaksi positif dari beberapa pihak, ada wacana Grooms Course yang baru saja usai digelar pada Senin 31 Juli 2023 lalu di Arthayasa Stable juga akan digelar di sejumlah daerah. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah maraknya perkembangan olahraga Equestrian di tanah air.

Adapun kegiatan Grooms Course atau pelatihan untuk para tenaga perawat hewan kuda tersebut diinisaiasi oleh Rafiq Radinal yang merupakan Founder dari Arthayasa Stable dan dieksekusi langsung oleh Budi Tulodo yang merupakan pegiat olahraga Equestrian Indonesia dan menggandeng kerjasama dengan dua tenaga ahli di bidang kesehatan kuda yakni drh. Ardhinta Wirawan dan drh. Yohan Koli.

Suasana penyampaian materi Grooms Course

“Kegiatan ini bagus sekali untuk menambah pengetahuan para Groomers, meskipun pada dasarnya Mereka sudah terbiasa dalam merawat kuda, namun dalam pelatihan ini Kami juga mengedukasi bagaimana cara merawat kuda dan menangani kuda dengan pendekatan ilmiah dan bukan berdasarkan mitos. Dengan pelatihan ini Kami berharap para Groomers bis mengetahui dan mengenali kondisi kuda-kudanya dengan lebih baik lagi.” Ujar Budi Tulodo yang juga menyampaikan bahwa peserta yang datang tidak hanya dari kalangan Equestrian saja namun juga dari Horse Back Archery (HBA).

Pada event Grooms Course kali ini, Budi Tulodo menyampaikan materi tentan pentingnya perawatan kuku kaki kuda dan juga tentang penapelan. Para Groomers yang sehari-harinya merawat kuda pun diharapkan agar lebih teliti dalam hal perawatan kuku kaki kuda dan juga penjadwalan perawatan tapel.

Budi Tulodo, Penyelenggara dan Pembicara

“Bagi hewan kuda, kuku itu merupakan salah satu organ vital yang harus terus menerus dikontrol karena di bagian kuku kuda itu ada salah satu bagian yang merupakan sistem pemompa darah yang berkaitan dengan jantung kuda. Kuku kaki kuda yang rusak atau keropos bisa berakibat kuda tidak dapat beraktifitas dengan baik.” Tambah Budi Tulodo.

Sementara itu drh. Ardhinta Wirawan yang juga tampil sebagai pembicara dalam Grooms Course kali ini pun sependapat bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para Groomers agar perkembangan industri berkuda dan olahraga berkuda di Indonesia bisa berjalan dengan baik.

“Tema yang Kita bahas dalam Grooms Course ini seputar tentang karakteristik kuda. Jadi berbagai kebiasaan yang telah dijalani para Groomers dalam merawat kuda itu coba Kita jelaskan tentang latar belakang dan pendekatan ilmiahnya dengan tujuan agar para Groomers lebih yakin bahwa penanganan yang Mereka lakukan itu sudah sesuai.” Lanjut Pria yang biasa disapa drh. Ardhi tersebut.

drh. Ardhinta Wirawan

Salah satu materi menarik yang disampaikan adalah tentang pengenalan tentang gejala-gejala kuda mengalami Kholic dan bagaimana cara mengatasinya. Ini merupakan tahapan penting bagi para Groomers mengingat penyakit Kholic hingga saat ini masih menjadi momok menakutkan yang bisa menyebabkan kematian pada hewan kuda.

“Kita juga membagikan informasi kepada para peserta tentang ciri-ciri kuda yang berpotensi mengalami Kholic serta bagaimana memberikan pertolongan pertama, atau bila perlu obat apa yang bisa diberikan tentunya dengan berkordinasi bersama tenaga dokter.” Sambung drh. Ardhi yang juga berharap agar kegiatan ini terus dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para Groomers khususnya di daerah-daerah.

Untuk mendukung pemahaman para Groomers terhadap hewan kuda, drh. Yohan Koli yang juga merupakan salah satu pembicara dalam Grooms Course tersebut mencoba mengangkat tema tentang bagaimana sifat-sifat kuda dialam liar atau dihabitat aslinya. Faktor-faktor psikologis kuda yang berkaitan dengan aksi dan reaksi yang mungkin timbul pun menjadi sangat penting agar nantinya kuda-kuda tersebut bisa lebih menurut dan bekerjasama dalam hal perawatan atau treatmen-treatmen yang diberikan.

drh. Yohan Koli

“Saya berharap agar Grooms Course ini bisa terus dilaksanakan dengan topik-topik pembahasan yang lebih banyak dan juga lebih mendalam lagi. Mudah-mudahan Grooms Course ini juga bisa diselenggarakan di stable-stable lain dengan melibatkan lebih banyak lagi peserta.” Kata drh. Yohan Koli.

Tak hanya dari kalangan Groom saja, peserta Grooms Course kali ini  juga datang dari kalangan Horse Owner (pemilik kuda). Menurut para pemilik kuda tersebut, kehadiran Mereka di Grooms Course kali ini bertujuan untuk dapat mempelajari langsung tentang bagaimana merawat kuda dengan baik hingga bisa diterapkan pada kuda-kuda kesayangan Mereka.

Para Horse Owner Anny, Candice, dan Patricia

“Yang pastinya buat tambah ilmu tentang bagaimana sih merawat kuda yang baik dan bila kuda terserang Kholic itu bagaimana sih gejala dan pertolongan pertamanya.” Tutur Candice peserta asal APM Equestrian Centre.

“Selama ini kan biasanya Kita percayakan semua ke Groom, jadi dengan pelatihan ini Kita juga bisa tahu contohnya tentang pemberian pakan yang baik itu bagaimana, porsinya itu berapa banyak, dan berapa kali dalam sehari.” Jelas Anny peserta dari Arthayasa Stable.

“Dengan segala informasi yang Kita dapat di Grooms Course kali ini, Kita juga jadi bida menginformasikan atau mengoreksi bila ada pemahaman Groom Kita yang salah atau tidak sesuai prosedur.” Ujar Patricia dari Anantya Riding Club.

“Alhamdulillah dengan pelatihan ini Saya jadi lebih tahu tentang bagaimana merawat kuda dengan baik. Dengan kuda yang sehat Insya Allah Kami para Groom juga rezekinya bisa sehat dan lancar. Materi-materinya juga sangat bagus dan membuat Saya bisa lebih mengerti lagi tentang karakteristik hewan kuda.” Terang Cahyo Aji Suryanto peserta dari kalangan HBA ZIIS Stable Banyumas Jawa Tengah.

Cahyo Aji Suryanto, perwakilan HBA ZIIS Stable Banyumas Jawa Tengah

Dengan berbagai reaksi dan tanggapan positif tersebut, Budi Tulodo selaku penyelenggara pun bertekad agar kelak kegiatan Grooms Course atau pelatihan para Groomers ini bisa terus digelar terutama di daerah-daerah yang kini juga tengah demam olahraga berkuda.

“Mudah-mudahan kedepannya dengan kerjasama bersama teman-teman di daerah-daerah, Kita bisa terus menyelenggarakan kegiatan ini agar laju pertumbuhan stable-stable baru dan juga stable yang sudah lama bisa diimbangi dengan ketersediaan tenaga-tenaga Groom yang bersertifikasi.” Tutup Budi Tulodo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments