Salah satu fakta menarik pada penyelenggaraan Kejuaraan Berkuda ESC Playoffs akhir pekan lalu adalah keberadaan Tim Ride Or Die yang berpartisipasi di kelas pertandingan Tim Jumping Competition 100 Cm U21. Tim yang beranggotakan para Young Rider tangguh Nusrtdinov Zayan Fatih (DNV Equestrian), Teuku Rifat Renanda Harsya (Equinara Horse Sport), dan Aisha Maydina Hakim (Equinara Horse Sport) berhasil meraih medali emas dari total 7 Tim yamg turun bertanding dikelas tersebut.

Selidik punya selidik, ternyata Tim Ride Or Die merupakan satu-satunya Tim yang mampu bertahan dengan nama dan anggota yang sama dalam dua kejuaraan yakni Djiugo Next Adventure (DNA) dan ESC Playoffs. Pada Kejuaraan Berkuda DNA yang diselenggarakan pada Juli 2023 silam di Arthayasa Stable Limo Depok, Tim Ride Or Die juga meraih prestasi yang sama yakni medali emas di kelas Jumping 100 Cm Team U21.
Lalu hal menarik lainnya dari Tim Ride Or Die, selain kerjasama yang kompak dari ketiganya dalam pertandingan, tim ini juga mampu menjaga komitmen untuk menjalin kebersamaan baik di dalam dan di luar lapangan, terbukti dengan jalinan persahabatan ketiga Young Rider tersebut yang sangat erat satu sama lain meskipun harus bersaing di beberapa kelas pertandingan individual.

Nusrtdinov Zayan Fatih, walaupun baru berusia 13 tahun, kemampuannya tentu tak diragukan lagi. Kerja kerasnya yang harus tinggal di kandang kuda setiap akhir pekan untuk berlatih kuda di bawah pengawasan langsung kedua orangtuanya, Riyanti Kutty Nurinda dan Asep Siregar yang menerapkan disiplin ketat menjadikan Rider yang akrab disapa Super Dinov tersebut pun masuk daftar sebagai salah satu atlet berkuda masa depan Indonesia. Bahkan di usianya yang masih relatif muda, Super Dinov kerap harus bersaing dengan para seniornya di beberapa pertandingan Dressage dan Show Jumping kelas atas.

Teuku Rifat Renanda Harsya, merupakan salah satu Young Rider Indonesia yang tengah naik daun. Putra bungsu pemilik dari Equinara Horse Sport tersebut tentu tak memiliki kendala kapanpun dalam berlatih kuda untuk membangun kemampuan berkudanya. Kedua orangtuanya yaitu Teuku Riefky Harsya dan Adinda Yuanita yang sangat memahami olahraga berkuda equestrian pun siap memberikan dukungan kuda-kuda berkualitas seiring peningkatan kemampuan Rifat dalam berkuda. Sebagai Rider muda, Rifat pun memiliki kelebihan dengan menguasai disiplin Dressage dan juga Show Jumping.

Aisha Maydina Hakim, dikenal sebagai Rider wanita yang memiliki mentalitas tinggi. Berbagai insiden saat berkuda yang pernah dialaminya, tak membuat putri dari presenter ternama Irfan Hakim dan Della Sabrina Indah Putri ini ciut nyali. Bahkan keberanian Aisha bisa disaksikan saat ia melakoni laga-laga Show Jumping dengan artikel pertandingan Speed Class yang seolah tanpa rasa takut dalam melibas rintangan demi rintangan. Kapasitasnya yang juga sebagai selebriti muda tanah air dengan pribadi yang rendah hati, tentu menjadi daya tarik tersendiri di arena pertandingan.
Meskipun dengan latar belakang yang berbeda, olahraga berkuda equestrian memang telah menyatukan para Young Rider ini untuk saling bersinergi dalam membangun prestasi. Setelah menyaksikan kiprah mereka di dua kejuaraan, tentu banyak khalayak yang berharap agar Tim Ride Or Die will Never Die.






