Publik olahraga berkuda equestrian Indonesia pasti sangat mengenal sosok Ferry Wahyu Hadiyanto, atlet berkuda nasional papan atas Indonesia dengan catatan segudang prestasi yang disandangnya. Menekuni karir berkuda sejak usia muda, Ferry yang kini berposisi sebagai Head of Coach Equinara Horse Sports telah malang melintang dan menjadi bagian sejarah perkembangan olahraga berkuda di Indonesia. Tak hanya mencatatkan rekam jejak prestasi di tingkat lokal dan nasional, Ferry juga berhasil mengharumkan nama bangsa di pentas multi event level regional.

Tim Redaksi Berkuda yang mulai memantau perjalanan karir Ferry di ajang olahraga berkuda equestrian khususnya di nomor-nomor Show Jumping sejak tahun 2019 lalu turut kagum atas pencapaian atlet yang memulai karir berkudanya di Remaja Kavaleri Club (RKC) yang terkenal sebagai penghasil atlet-atlet berkuda yang tangguh dan berprestasi. Di era tersebut, sosok Ferry begitu mendominasi persaingan para atlet berkuda di kelas tinggi dan kerap beradu kemampuan serta strategi dengan atlet-atlet berkuda papan atas lainnya seperti Steven Menayang, Yanyan Hadiayansyah, Raymen Kaunang, Andry Sutoyo, Erwin M Yoga, Reshwara Radinal serta beberapa atlet lainnya di ajang Equestrian Champions League (ECL) yang menjadi event paling bergengsi kala itu.

Seiring perjalanan waktu, nama Ferry seolah tenggelam dalam beberapa tahun belakangan, bahkan tangga podium yang dulu selalu menjadi tempatnya berdiri pun mulai jarang disinggahi akibat penurunan performa yang dialaminya. Meskipun masih cukup rutin hadir di kejuaraan-kejuaraan berkuda, perjalanan karir Ferry seolah menjauh dari predikat juara yang sebelumnya selalu menjadi miliknya. Lalu apakah yang menjadi faktor penyebabnya? Dan bagaimana perjalanan karir Ferry selanjutnya? Mari kita simak sekelumit kisah perjalanan karir berkuda Ferry Wahyu Hadiyanto berikut ini.
PRESTASI ABSOLUT DI PENTAS MULTI EVENT REGIONAL
Selain meraih sejumlah prestasi di berbagai kejuaraan berkuda equestrian tingkat lokal dan nasional, seperti duet hebatnya bersama kuda Granadine, Ferry juga memiliki sederetan catatan prestasi absolut di pentas multi event regional. 3 medali emas diraihnya dari gelaran SEA Games Jakarta 2011, SEA Games Myanmar 2013, dan SEA Games Singapura 2015. Perannya dalam membela merah putih di kancah regional juga berlanjut dengan meraih peringkat 6 SEA Games Malaysia 2017, peringkat 4 Asian Games Incheon 2014, dan peringkat 19 Asian Games Jakarta 2018.

Keberhasilannya dalam mengoleksi 3 medali emas dari 3 SEA Games secara berturut-turut yang diraih Ferry dan semua atlet serta official yang terlibat di dalamnya menjadi tinta emas dalam sejarah perjalanan olahraga berkuda equestrian Indonesia di panggung regional. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa prestasi atlet berkuda Indonesia memiliki nilai yang tinggi di mata negara-negara ASEAN.
CEDERA, TURUN PERFORMA, DAN PIETER JAN BERKERS
Memasuki musim kompetisi tahun 2022, nama Ferry Wahyu Hadiyanto seolah tenggelam seiring performanya yang mulai turun. Meskipun masih terbilang cukup konsisten berpartisipasi dalam kejuaraan-kejuaraan berkuda, Ferry kerap mengalami insiden-insiden terjatuh dari kuda dan lainnya. Kenyataan tersebut membuat Ferry semakin terpuruk dengan rangkaian cedera seperti pada bahu dan tulang ekor yang membekapnya.
“Cedera tersebut membuat saya kehilangan feeling saat berkuda dan sangat berpengaruh pada performa saya di pertandingan. Berbagai insiden dan gagal menyelesaikan pertandingan menjadi kenyataan pahit yang harus saya terima,” kenang Ferry.

Cukup lama terpuruk, Ferry pun mencoba bangkit tepatnya saat memasuki musim kompetisi tahun 2025. Menerapkan program latihan yang tepat dan positif, bahkan Ferry harus menjalani diet ketat agar kondisi tubuhnya kembali bugar dalam mendukung performanya di lapangan.
“Saya sangat berterima kasih untuk Pieter Jan Berkers (pelatih berkuda asala Belanda) yang telah banyak memberikan masukan kepada saya untuk mengembalikan feeling dan performa saya. Berkat anjuran dari Pieter saya juga bisa menemukan format dan program latihan yang tepat untuk mengembalikan performa saya,” terang Ferry.
KEMBALI KE JALUR PODIUM
Memasuki musim kompetisi tahun 2026, perkembangan performa Ferry pun semakin baik, hal tersebut dibuktikannya dalam beberapa kejuaraan berkuda yang diikutinya di tahun ini. Terakhir, Ferry mulai menunjukan kemampuannya di Kejuaraan Berkuda Indonesian Grand Prix 2026 yang digelar di Arthayasa Stable dengan kembali ke jalur podium, utamanya di kelas-kelas pertandingan dengan ketinggian lompatan menengah ke atas.

Dalam kejuaraan tersebut, Ferry yang mewakili Equinara Horse Sports meraih medali emas di kelas Jumping 130cm Open bersama kuda pasangan barunya, Cornet Diamante pada pertandingan di hari Sabtu (4/) yang diikuti oleh 7 peserta, dan medali emas dari nomor pertandingan Jumping 115/120cm Open bersama kuda Lady Emerald di pertandingan hari Minggu (5/7) dengan total 25 peserta.
HARAPAN DALAM PERJALANAN KARIR BERKUDA
Dengan mulai kembali dalam performa terbaiknya, Ferry pun optimis dapat kembali meniti karir berkudanya dengan hasil yang positif. Harapan besar bersama kuda pasangan tanding terbarunya, Cornet Diamante semakin memotivasinya untuk memenangkan persaingan di kelas-kelas pertandingan dengan lompatan tinggi.

“Cornet merupakan kuda pasangan baru saya yang saat ini berusia 8 tahun dan telah saya latih sejak usia 3 tahun. Meskipun penampilannya belum maksimal, namun saya optimis Cornet mampu bersaing di kelas-kelas tinggi,” imbuh Ferry.
Sebagai target awal, Ferry dan Cornet Diamante berharap bisa mulai menembus prestasi di kelas-kelas tinggi seperti FEI CSI1*-140cm Jumping World Cup yang merupakan pertandingan paling bergengsi di Indonesia.

“Dengan performa yang mulai kembali positif, tentu sebagai atlet saya siap apabila suatu saat saya diberi kesempatan dan dipanggil untuk kembali mewakili Indonesia di ajang multi event seperti SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade,” tegas Ferry.
Sebagai atlet berkuda dengan segudang prestasi, Ferry pun tak luput dari siklus penurunan performa yang dialami banyak atlet dalam cabang olahraga apapun, namun sebagai atlet yang memiliki kemampuan dan catatan prestasi mengagumkan, tentu Ferry juga memiliki mentalitas kuat untuk kembali pada performa terbaiknya.






