Keuaraan Berkuda Indonesian Grand Prix 2026 sukses menghadirkan persaingan-persaingan ketat para atlet berkuda profesional dalam satu event kompetisi. Kurang lebih 143 ekor kuda ambil bagian dalam 18 kelas pertandingan dengan total lebih dari 460 entri peserta yang berpartisipasi. Pertandingan dipusatkan di venue kebanggaan Arthayasa Stable, Galuh Arena, kejuaraan diselenggarakan pada 3-5 Juli 2026.
Di tengah perkembangan olahraga berkuda equestrian yang terus bergerak, Indonesian Grand Prix merupakan event kejuaraan berkuda equestrian di level expert dan menjadi sarana yang tepat bagi para atlet yang ingin mengasah kemampuannya sekaligus mencoba peruntungan di kancah olahraga berkuda equestrian elit nasional.
TEUKU RIFAT RENANDA HARSYA, SABET TROFI DI KELAS JUMPING 125/130CM OPEN

Rider junior Equinara Horse Sports, Teuku Rifat Renanda Harsya tampil apik di kelas Jumping 125/130cm Open yang menjadi salah satu kelas bergengsi dalam kejuaraan tersebut dan digelar menggunakan artikel jump off.
Rifat yang berpasangan dengan kuda Nobleman tampil mulus di babak pertama dengan raihan clear round sebagai tiket menuju babak jump off. Dari jalannya pertandingan di babak pertama, para kompetitornya gagal meraih hasil clear round di babak pertama sehingga secara otomatis Rifat meraih gelar juara tanpa melalui babak jump off.

Juri pertandingan pun memutuskan Rifat tampil sebagai juara disusul Gadis Kireina Iskandar yang berpasangan dengan kuda Stitches (W Equestrian-Arthayasa), dan Jendry Palandeng dengan kuda Patrones (Topline H Sport-Arthayasa) meraih peringkat kedua dan ketiga.
JENDRY PALANDENG, TERBAIK DI KELAS TERTINGGI

Sementara itu dari kelas pertandingan Jumping 140cm Open Jump Off yang menjadi kelas dengan lompatan tertinggi di kejuaraan, atlet berkuda senior, Jendry Palandeng juga tampil gemilang dan berhasil meraih trofi bergengsi di kelas tersebut.
Jendry yang berpasangan dengan kuda Valeria RP awalnya tampil kurang maksimal di babak pertama dengan hukuman 8 poin pinalti setelah menjatuhkan 2 rintangan. Keberuntungan pertama datang ketika dari total 6 peserta yang tampil, hanya dirinya dan Yayat Subrata (Equinara Horse Sports) meraih poin pinalti terkecil, sehingga gelar juara harus ditentukan di babak jump off.

Memasuki babak jump off, Jendry dengan konsentrasi penuh berhasil menyelesaikan pertandingan dengan hasil clear round dan catatan waktu tercepat 51,70 detik, sementara itu Yayat gagal menyelesaikan pertandingan hingga Jendry pun melenggang mulus ke podium juara.
Adapun hasil pemenang di kelas tersebut, Jendry Palandeng dan kuda Valeria RP (Topline H Sport-Arthayasa Stable) meraih peringkat pertama diikuti oleh Yayat Subrata dan kuda King Almor (Equinara Horse Sports) dan Gadis Kireina Iskandar berpasangan dengan kuda Mia. S (W Equestrian-Arthayasa) di posisi runer up dan juara 3.






