Selasa, Mei 12, 2026
BerandaARTHAYASA OPEN 2026GADIS KIREINA ISKANDAR DAN EKSPANSI PARA RIDER WANITA JUNIOR

GADIS KIREINA ISKANDAR DAN EKSPANSI PARA RIDER WANITA JUNIOR

Tanpa kita sadari, fakta menggembirakan datang dari gelaran Arthayasa Open yang menyuguhkan kompetisi jumping pada akhir pekan lalu (9-10/5). Apa fakta tersebut? Ya, sebagai pecinta olahraga berkuda equestrian khususnya kategori jumping, kita harus berbangga hati dengan hadirnya rider-rider wanita junior yang mulai berekspansi di kelas-kelas pertandingan menengah keatas seperti kelas CSI 1* 120cm.

Kehadiran para rider wanita seperti Gadis Kireina Iskandar, Maritza Aliyah Wardana, Rasendriya Hiranya Rajasa, Iftirasy Ahmad Falah Pudjiyono, dan Belle Omera Mahvees yang turun tanding di kelas bergengsi tersebut cukup membawa angin segar, betapa progres regenerasi para rider wanita tengah berproses ke arah yang menggembirakan.

Gadis Kireina Iskandar, kuasai podium CSI 1* 120cm

Fakta menggembirakan tersebut memang cukup berbanding terbaik bila kita membandingkan dengan periode beberapa tahun belakangan dimana kehadiran para rider wanita dalam pertandingan jumping kelas menengah ke atas masih sangat minim, dan kehadiran Gadis dkk diharapkan mampu menggantikan peran para pendahulu mereka seperti Audirania Amanda Putri yang saat ini lebih menekuni dressage, Putri Hamidjojo yang pernah menjalani masa-masa come back, atau Nabila Putri Syariva yang terkandang masih turun bertanding.

Sepak terjang Gadis pada Kejuaraan Berkuda Arthayasa Open memang cukup menjadi sorotan. Berpasangan dengan kuda Stitches, Gadis yang mewakili W Equestrian-Arthayasa tampil impresif dengan memuncaki kelas pertandingan bergengsi CSI 1* 120 Cm melalui babak jump off. Mengamankan babak pertama dengan hasil clear round, Gadis tampil dengan performa terbaiknya di babak jump off dengan hasil clear round dan catatan waktu tercepat 36,94 detik.

Bersama kuda Stitches

Sementara peringkat kedua diduduki oleh wakil Djiugo, Nathanael Menayang dan kuda Let’s go dengan raihan waktu 40,78 detik, disusul Yayat Subrata dan kuda King Almor (Equinara Horse Sport) di peringkat ke 3 dengan catatan waktu 42,79 detik dari total 21 entri peserta yang berpartisipasi.

Keberhasilan Gadis tampil apik di kelas tersebut menjadi sinyalemen bahwa para rider-rider wanita mampu bersaing dan tampil kompetitif meskipun di usia yang masih belia, dan bukan tidak mungkin bila para rider-rider wanita yang kini tengah berekspansi ke kelas pertandingan jumping menengah keatas juga akan menguasai pertandingan-pertandingan jumping di kelas tertinggi.

 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments