Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tinggal menghitung hari. Dari tiga disiplin equestrian yang diikuti Indonesia, eventing mendapat giliran pertama turun ke arena. Empat rider Merah Putih yang masuk dalam daftar final adalah Steven Menayang (Diaconthierra S), Fergi Tri Nur Fajar (Quincent), Muhamad Zaki (Sure Gold VHP Z), dan Marcho Alexandro Momuat (Kodaline 3).
Eventing memang punya karakter berbeda. Satu pasangan atlet dan kuda harus menyelesaikan tiga ujian: dressage, cross-country, dan jumping. Jadi bukan sekadar soal siapa yang paling cepat atau siapa yang paling rapi. Konsistensi, stamina, keberanian, ketelitian, sampai kemampuan menjaga kondisi kuda sepanjang kompetisi sama-sama punya peran besar, dan ketiga pertandingan tersebut akan diselenggarakan dalam 3 hari perlombaan dengan penilaian langsung baik secara beregu dan individual.
Eventing Digelar di JRA Equestrian Park, Tokyo
Pertandingan equestrian termasuk disiplin Eventing akan berlangsung di JRA Equestrian Park, Setagaya, Tokyo. Venue bersejarah ini pernah menjadi lokasi pertandingan berkuda Olimpiade Tokyo 1964 dan Tokyo 2020/2021, kemudian kembali dibuka setelah renovasi pada 2023.
Asian Games ke-20 sendiri berlangsung 19 September–4 Oktober 2026, sementara pertarungan eventing dijadwalkan dalam tiga hari, 21–23 September. Sesuai jadwal pertandingan yang telah dipublikasikan, dressage menjadi pembuka, disusul cross-country, lalu jumping yang menentukan hasil akhir beregu dan individu.
Jadwal Eventing Asian Games Aichi-Nagoya 2026
| Tanggal | Pertandingan | Waktu (Japan Time) |
|---|---|---|
| Senin, 21 September 2026 | Eventing – Dressage, Team & Individual | 09.30–13.15 |
| Selasa, 22 September 2026 | Eventing – Cross-Country, Team & Individual | 09.30–14.30 |
| Rabu, 23 September 2026 | Eventing – Jumping, Team & Individual Finals | 10.45–12.55 |
| Rabu, 23 September 2026 | Victory Ceremony, Team & Individual | Setelah pertandingan |
Lalu, siapa saja empat rider yang akan mewakili Merah Putih di arena eventing?
Steven Menayang, Pengalaman Panjang, Modal Dua Medali SEA Games

Nama Steven Menayang menjadi salah satu yang paling berpengalaman dalam skuad ini. Perjalanannya dibangun melalui kompetisi jumping dan eventing, dari arena nasional sampai pertandingan internasional. Modal terbarunya datang dari SEA Games Thailand 2025. Bersama Diaconthierra S, Steven meraih perunggu individual sekaligus ikut membawa Indonesia mendapatkan perak beregu.
Di level nasional, Steven pernah menjuarai ARKAV Cup 2022 bersama kuda Allright. Setahun kemudian ia ikut memperkuat Sumatera Utara dan meraih perak beregu Kejurnas Equestrian 2023 bersama kuda Lumos Eclipse.
Persiapan menuju Asian Games kemudian membawanya ke arena Eropa sepanjang 2026. Steven mengikuti Strzegom Spring Open I pada 9–12 April dan Strzegom Spring Open II pada 23–26 April di Polandia, kemudian Arville Classic Edition di Belgia pada 23–24 Mei, International Eventing Westerstede di Jerman pada 11–14 Juni, serta International Eventing Hamm-Rhynern pada 6–9 Agustus.
Di Westerstede, Steven dan Diaconthierra S menyelesaikan CCI2*-L di posisi ke-12 dengan total 43,0 poin penalti. FEI juga mencatat pasangan ini kembali tampil pada CCI2*-S Hamm pada Agustus. Untuk Asian Games, Steven kembali dipasangkan dengan Diaconthierra S. Kombinasi pengalaman SEA Games dan jam terbang Eropa menjadi bagian penting dari perjalanan pasangan ini menuju Jepang.
Fergi Tri Nur Fajar, Dari Kejurnas Menuju Arena Eropa

Fergi Tri Nur Fajar punya latar belakang yang cukup komplet. Ia memiliki pengalaman di dressage, jumping, sekaligus eventing. Pada Kejurnas Equestrian 2025, Fergi membawa pulang perak beregu untuk DI Yogyakarta serta perunggu individual eventing dengan 34,2 poin penalti.
Tahun 2026 menjadi fase penting dalam persiapannya. Bersama Quincent, Fergi menjalani rangkaian kompetisi Eropa untuk menambah jam terbang. Perjalanannya dimulai dari Strzegom Spring Open I pada 9–12 April dan Strzegom Spring Open II pada 23–26 April di Polandia.
Setelah Polandia, Fergi melanjutkan programnya melalui Royal Jump de Bertichères, Prancis, pada 27–31 Mei, kemudian menuju Swiss untuk International Eventing Avenches, 16–19 Juli. Kini pasangan Fergi–Quincent tercatat dalam daftar final peserta eventing Asian Games. Setelah melewati arena Polandia, Prancis, dan Swiss, panggung berikutnya jauh lebih besar: membawa nama Indonesia di Asian Games.
Muhamad Zaki, Kolektor Medali Nasional yang Naik Level

Kalau bicara rekam jejak domestik, Muhamad Zaki punya sederet hasil menarik. Salah satu momentum pentingnya datang pada Porprov Jawa Barat 2022 ketika ia bersama Newton Barry Willow meraih emas individual untuk Kabupaten Cianjur.
Setahun berselang, Zaki kembali mencatat hasil kuat dengan emas beregu dan perak individual Kejurnas Equestrian 2023 saat membela Banten. Tren positif tersebut berlanjut pada Kejurnas Equestrian 2025. Kali ini bersama Jebo Kwik, Zaki meraih emas beregu untuk Jawa Barat.
Namun persiapan Asian Games tentu membutuhkan tantangan berbeda. Sepanjang 2026 Zaki ikut dalam rangkaian kompetisi Eropa, mulai Strzegom Spring Open I dan II di Polandia, Arville Classic Edition di Belgia, International Eventing Westerstede di Jerman, hingga International Eventing Hamm-Rhynern pada Agustus.
Di Hamm-Rhynern, daftar pertandingan mencatat Zaki tampil bersama Sure Gold VHP Z, kuda yang juga terdaftar sebagai partnernya untuk Asian Games 2026. Artinya, Zaki datang ke Jepang bukan hanya membawa catatan medali dari dalam negeri. Ia juga sudah melewati fase adaptasi kompetisi Eropa bersama kuda yang akan menjadi partnernya di Asian Games.
Marcho Alexandro Momuat, Menambah Jam Terbang dari Polandia hingga Jerman

Satu nama lagi adalah Marcho Alexandro Momuat. Marcho membangun pengalamannya melalui jumping dan eventing. Salah satu pencapaian nasionalnya adalah perak individual Kejurnas Equestrian 2022 pada kategori Two Days Event Individu, ketika membela Jawa Barat di Kenjeran Equestrian Complex, Surabaya, 18 Desember 2022.
Pada 2026, fokus Marcho berlanjut ke Eropa. Ia mengikuti Strzegom Spring Open I pada 9–12 April dan Strzegom Spring Open II pada 23–26 April di Polandia, kemudian Arville Classic Edition di Belgia pada 23–24 Mei, sebelum melanjutkan program ke International Eventing Luhmühlen, Jerman, pada 2–5 Juli. Catatan peserta Westerstede 2026 juga menunjukkan Marcho berada dalam rangkaian kompetisi eventing Eropa pada musim tersebut.
Tiga Hari yang Akan Menguji Semuanya
Steven Menayang membawa pengalaman SEA Games dan perjalanan panjang di arena internasional. Fergi Tri Nur Fajar datang dengan dua medali Kejurnas 2025 serta proses pematangan bersama Quincent. Muhamad Zaki punya koleksi prestasi nasional dan semakin banyak jam terbang di Eropa. Sementara Marcho Alexandro Momuat melengkapi skuad dengan pengalaman kompetisi domestik dan internasionalnya.
Yang menarik, persiapan mereka bukan program singkat menjelang keberangkatan. Laporan terbaru menyebut tim equestrian Indonesia telah menjalani sekitar enam bulan pemusatan latihan di Jerman sebelum bertolak ke Jepang. Sekarang seluruh proses itu akan diuji dalam tiga hari. Mulai dari ketenangan di arena dressage, keberanian menghadapi lintasan cross-country, sampai ketelitian menjaga palang tetap berdiri di jumping.
Selamat berjuang Tim Eventing Indonesia, berikan yang terbaik untuk bangsa dan negara, apapun hasilnya, Kami akan tetap bangga.






