BerandaBERKUDA ENDURANCEPROGRAM LATBER, STRATEGI JITU PERKENALKAN OLAHRAGA ENDURANCE KE MASYARAKAT

PROGRAM LATBER, STRATEGI JITU PERKENALKAN OLAHRAGA ENDURANCE KE MASYARAKAT

Ranca Bali, Jawa Barat — Membangun olahraga berkuda endurance di Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tidak harus selalu melalui kejuaraan besar. Memperbanyak kesempatan untuk berlatih bersama, berkenalan dengan medan, sekaligus menikmati pengalaman berkuda, juga menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan minat terhadap olahraga ini.

Hal itulah yang dilakukan Wahyu Setiawan, atau yang akrab disapa Akong Endurance. Pegiat olahraga berkuda endurance ini cukup aktif menggelar kegiatan Latihan Bersama Endurance atau latber dalam kelompok-kelompok kecil di berbagai lokasi.

Kolaborasi sport tourism, strategi kembangkan olahraga berkuda endurance

Salah satu kegiatan terbarunya berlangsung di Swiss Cibuni, Ranca Bali, Jawa Barat (6/9). Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya diajak berlatih, tetapi juga menikmati pengalaman berkuda menyusuri kawasan perkebunan teh dengan lintasan sepanjang sekitar 20 kilometer.

Hamparan perkebunan teh yang hijau, dipadu dengan karakter perbukitan kawasan Ranca Bali, membuat kegiatan ini terasa berbeda. Olahraga dan rekreasi berjalan beriringan. Peserta bisa tetap berlatih dan mengasah kemampuan berkuda endurance, sekaligus menikmati keindahan alam Indonesia dari atas pelana.

KEHADIRAN EVELYN MEMBERI WARNA

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian khusus karena dihadiri Evelyn, atlet endurance wanita asal Kota Malang, Jawa Timur, yang telah berstatus sebagai rider CEI 1*. Menurut Evelyn, kegiatan seperti latber dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan olahraga berkuda endurance kepada masyarakat secara lebih luas.

“Saya berharap dengan kegiatan seperti ini akan menjadi sarana untuk memperkenalkan olahraga berkuda endurance kepada masyarakat.” ujar Evelyn.

Evelyn, olahraga berkuda endurance semakin maju dan berkembang

Sebagai atlet yang telah menyandang predikat CEI 1*, Evelyn juga berharap semakin banyak atlet Indonesia yang mengikuti langkahnya. Menurutnya, para calon atlet perlu membangun kemampuan melalui latihan yang giat dan kemudian berani mengikuti berbagai kejuaraan endurance, termasuk kompetisi di Malaysia, untuk mengejar jenjang dan predikat sebagai atlet CEI 1*.

“Semoga olahraga berkuda endurance semakin maju dan populer seperti cabor-cabor lainnya.” tandas Evelyn

OLAHRAGA SEKALIGUS MENIKMATI PARIWISATA

Bagi Akong, konsep latber yang dikemas dengan kegiatan wisata memang sengaja dibuat agar olahraga endurance terasa lebih dekat dan menarik bagi peserta. Selain memperkenalkan karakter olahraga endurance, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi. Para peserta dapat berolahraga sambil menikmati pemandangan alam yang ada di berbagai daerah Indonesia. Konsep tersebut kemudian menjadi salah satu pendekatan yang terus dikembangkan Akong dalam menggelar latber.

“Kegiatan ini juga telah diselenggarakan di beberapa lokasi seperti Subang, Purwakarta, Sukabumi, Ciwidey, Bandung untuk wilayah Jawa Barat, selain beberapa lokasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Selatan.” imbuh Akong.

Akong Endurance, gelar latber di sejumlah lokasi

Tidak hanya berpindah-pindah lokasi, kegiatan latber endurance juga secara rutin digelar setiap minggu di Arena Berkuda Eventing milik Yonkavkud I Sembrani Ronggolawe, kawasan Parongpong, Bandung Barat, Jawa Barat. Bagi Akong, semakin banyak ruang latihan dan pertemuan antarpelaku endurance akan semakin terbuka pula kesempatan bagi lahirnya atlet-atlet baru.

BERHARAP KEJURNAS ENDURANCE DIGELAR TAHUN INI

Di balik kegiatan latber yang dikemas santai dan rekreatif tersebut, tersimpan harapan yang lebih besar. Akong berharap olahraga endurance Indonesia memiliki kompetisi nasional yang dapat menjadi tempat untuk menemukan dan mengukur potensi atlet-atlet terbaik.

Paduan olahraga dan rekreasi

“Harapan saya semoga di tahun ini bisa dilaksanakan Kejurnas Endurance yang bertujuan untuk menjaring atlet-atlet berbakat yang mudah-mudahan dapat mewakili Indonesia di SEA Games Malaysia tahun 2027 mendatang.” terang Akong.

Harapan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun endurance di Indonesia. Sebelum berbicara tentang prestasi internasional, dibutuhkan lebih banyak atlet yang mau berlatih, lebih banyak kesempatan bertanding, serta ekosistem yang mampu mempertemukan atlet, kuda, pelatih, stable, dan para pegiat olahraga ini, dan Program Latihan Bersama Endurance yang digagas Akong Endurance menjadi salah satu upaya untuk menuju ke sana.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments