BerandaRagamPROGRES SIGNIFIKAN AKBAR PRIHANJAYA DI PENTAS DRESSAGE INDONESIA

PROGRES SIGNIFIKAN AKBAR PRIHANJAYA DI PENTAS DRESSAGE INDONESIA

AKARTA — Ada perkembangan menarik dari perjalanan Akbar Prihanjaya di arena dressage Indonesia. Setelah menekuni disiplin ini dalam beberapa tahun terakhir dan semakin sering turun di berbagai pertandingan, penampilan Akbar kini terlihat semakin matang, konsisten, dan percaya diri.

Perkembangan tersebut terlihat pada ajang FEI Dressage World Challenge 2026 dan ESC Dressage 2026, yang digelar bersamaan dengan FEI Jumping World Challenge Competition 1 di Equinara Horse Sports, JIEPP Pulomas, Jakarta Timur, 29–30 Agustus 2026.

Akbar menutup pertandingan dengan catatan impresif, yakni tiga medali emas dan satu medali perunggu. Empat hasil tersebut diraih bersama dua kuda, Jacoby dan Dormroschen R, di empat kelas yang berbeda. Yang menarik, hasil pertandingan memperlihatkan bahwa Akbar bukan hanya mampu memenangkan kelas, tetapi juga menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan kuda dan tingkat kompetisi yang berbeda.

Pada Sabtu, 29 Agustus, Akbar membuka penampilannya di kelas FEI DWC Intermediate I bersama Jacoby. Akbar menjadi peringkat pertama dengan skor akhir 63,750 persen. Kelas ini hanya diikuti satu pasangan sehingga tidak terdapat peringkat kedua dan ketiga dalam result resmi.

Masih pada hari yang sama, Akbar kembali tampil di kelas FEI DWC Senior II, kali ini bersama Dormroschen R. Penampilannya menghasilkan skor akhir 66,894 persen dan menempatkannya sebagai juara sekaligus mengklain trofi bergengsi Piala Walikota Jakarta Timur menjadi miliknya.

Di kelas ini, Djolfi Momongan bersama Maus Bellator (Bellator Stable) berada di posisi kedua dengan skor 66,288 persen, sedangkan M. Faris Dwi Novansyah bersama Just An Illusion (Aragon Equestrian Sport) menempati posisi ketiga dengan skor 64,773 persen. Selisih skor Akbar dengan peringkat kedua hanya sekitar 0,6 poin persentase, menunjukkan persaingan yang cukup ketat.

Akbar Prihanjaya, progres signifikan

Memasuki Minggu, 30 Agustus, Akbar kembali membawa Jacoby turun di kelas ESC Dressage Prix-St Georges. Hasilnya semakin menarik. Akbar kembali menjadi juara dengan skor akhir 66,544 persen.

Posisi kedua ditempati dua rider Aragon Equestrian Sport, Valentino Lumentah bersama Knightly dengan skor 64,853 persen, sementara Djolfi Momongan bersama Ivar berada di posisi ketiga dengan skor 63,309 persen. Kemenangan di Prix-St Georges juga menjadi salah satu catatan penting dari progres Akbar. Bersama Jacoby, ia mampu meningkatkan skor dari 63,750 persen di Intermediate I menjadi 66,544 persen di Prix-St Georges.

Pada kelas terakhir, ESC Dressage Advance, Akbar kembali turun bersama Dormroschen R. Kali ini ia finis di posisi ketiga dengan skor akhir 66,970 persen. Kelas tersebut dimenangkan M. Faris Dwi Novansyah bersama Livekind’s Son (Aragon Equestrian Sport) dengan skor 69,194 persen, sedangkan posisi kedua ditempati Djolfi Momongan bersama Maus Bellator (Bellator Stable) dengan skor 68,979 persen. Akbar tetap mampu mengamankan podium dengan skor 66,970 persen.

Jika melihat keseluruhan hasil, ada satu hal yang cukup menonjol dari perjalanan Akbar di Pulomas, yaitu konsistensi. Bersama Jacoby, Akbar mencatat peningkatan skor yang cukup signifikan dari 63,750 persen di Intermediate I menjadi 66,544 persen di Prix-St Georges. Sementara bersama Dormroschen R, ia mencatat 66,894 persen di Senior II dan meningkat tipis menjadi 66,970 persen di Advance.

Empat penampilan, tiga kemenangan dan satu podium ketiga menjadi gambaran kuat mengenai perkembangan Akbar saat ini. Pengalaman bertanding yang semakin banyak tampaknya mulai membentuk kematangan Akbar di arena. Ia semakin mampu membaca kelas, membangun komunikasi dengan kuda, serta menjaga performa ketika berada dalam tekanan kompetisi.

Dari yang sebelumnya tampil sebagai salah satu atlet di tengah persaingan, Akbar kini mulai menunjukkan kapasitas sebagai rider yang patut diperhitungkan di arena dressage Indonesia. Tiga medali emas dan satu perunggu di Pulomas bukan sekadar koleksi medali. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa proses panjang yang dijalani Akbar mulai menghasilkan performa nyata.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

berita terbaru

Recent Comments