JAKARTA — Langkah positif terus ditunjukkan Brandon Toa di arena jumping nasional. Tampil mewakili ZZ WTC Equestrian bersama Lightning De Braveheart, Brandon sukses merebut gelar juara FEI JWC Category B 110–120 cm pada ajang FEI Jumping World Challenge Comp. 1 yang berlangsung di Equinara Horse Sports, JIEPP Pulomas, Jakarta Timur, 29–30 Agustus 2026.
Pertandingan berlangsung selama dua hari dengan format dua round. Persaingan di kelas ini cukup ketat karena setiap rider harus mampu menjaga konsentrasi dan konsistensi sejak round pertama hingga round kedua. Kesalahan sekecil apa pun bisa langsung memengaruhi peluang untuk meraih posisi teratas.
Brandon tampil solid bersama Lightning De Braveheart. Berdasarkan result resmi pertandingan, Brandon menjadi satu-satunya rider yang berhasil menyelesaikan kedua round tanpa penalty. Pada Round 1, pasangan ini mencatat 0 penalty, sementara di Round 2 kembali menyelesaikan pertandingan dengan 0 penalty dan waktu 53,93 detik. Dengan total 0 penalty, Brandon dan Lightning De Braveheart pun menempati peringkat pertama sekaligus mengamankan gelar juara FEI JWC Category B 110–120 cm.

Hasil tersebut menjadi semakin menarik karena beberapa rider lain harus menghadapi penalty pada salah satu atau kedua round. Dari total 14 peserta yang tercantum dalam result, hanya Brandon yang mampu mempertahankan catatan sempurna hingga akhir pertandingan. Konsistensi itulah yang akhirnya menjadi pembeda di tengah persaingan yang berlangsung cukup ketat.
Bagi Brandon, tantangan pertandingan kali ini memang tidak ringan. Karakter lintasan dan format dua round menuntut rider untuk tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga menjaga komunikasi dengan kuda serta mengambil keputusan secara tepat di setiap bagian lintasan.
“Pastinya pertandingan kali ini sangat challenging, sesuai dengan namanya. Dengan ukuran arena 45 x 65 meter, setiap langkah dan manuver memiliki tantangan tersendiri. Koneksi dan komunikasi dengan kuda harus benar-benar dijaga sepanjang pertandingan,” ujar Brandon yang juga berhasil meraih medali perak dari kelas pertandingan SJ 125-130 cm.

Jarak antar-rintangan yang cukup rapat juga membuat setiap manuver membutuhkan perhatian ekstra. Rider harus mampu membaca lintasan dengan baik sekaligus mengambil keputusan dengan cepat agar ritme dan kecepatan bersama kuda tetap terjaga.
“Jarak antar-rintangan yang cukup rapat menuntut rider untuk lebih waspada, cermat, dan mampu mengambil keputusan dengan cepat. Dengan format dua round, saya juga harus bermain lebih strategis dan menjaga konsistensi untuk mengamankan clear round di round pertama,” lanjutnya.
Strategi tersebut akhirnya terbayar. Dua clear round menjadi bukti bahwa Brandon mampu menjaga fokus dan konsistensi hingga akhir. Bersama Lightning De Braveheart, ia tidak hanya menyelesaikan lpertandingan tanpa kesalahan, tetapi juga mampu mempertahankan performa ketika tekanan persaingan semakin tinggi di round kedua.
Gelar juara ini tentu menjadi modal penting bagi perjalanan Brandon berikutnya. Ia melihat kemenangan tersebut bukan sebagai akhir, melainkan bagian dari proses untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan sebagai rider.
“Kemenangan ini tentunya menjadi motivasi yang lebih besar bagi saya untuk terus belajar, berlatih, dan berkembang menjadi rider yang lebih baik,” katanya.

Target berikutnya pun sudah jelas. Brandon berharap kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak dapat membawanya naik ke level yang lebih tinggi, yakni tampil di JWC Category A pada tahun depan.
“Semoga dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, target tahun depan untuk dapat mengikuti JWC di Category A bisa terwujud. One step at a time and the journey continues.” pungkas Brandon.






