Dara Ninggar Prameswari mencatat sejarah baru bagi dunia olahraga dressage Indonesia setelah menjadi atlet berkuda Indonesia pertama yang tampil di FEI Dressage World Championship di Aachen, Jerman. Kehadirannya di salah satu panggung terbesar olahraga berkuda dunia tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang sebelumnya membawanya tampil di SEA Games Thailand 2025 dan kemudian melanjutkan persaingan ke Eropa.
Bagi Dara, pencapaian tersebut masih terasa sulit dipercaya. Kesempatan tampil di Aachen sekaligus mempertemukannya secara langsung dengan para rider dressage top dunia yang selama ini hanya ia saksikan melalui layar televisi seperti mimpi yang kini menjadi kenyataan.
Baca juga :
https://redaksiberkuda.com/dara-ninggar-prameswari-pecinta-dressage-yang-meraih-emas-di-pon-2016/
“Jujur, sampai sekarang masih agak susah percaya. Saya sangat bangga akhirnya bisa tampil di Kejuaraan Dunia mewakili Indonesia,” ujar Dara yang pernah mewakili Indonesia di gelaran Asian Games 2018 sekaligus tercatat sebagai atlet dressage Indonesia termuda saat itu.
Namun, bagi Dara, sejarah tersebut tidak ingin berhenti sebagai sebuah pencapaian pertama. Ia berharap kehadirannya di Aachen dapat membuka kesempatan yang lebih besar bagi atlet berkuda Indonesia lainnya untuk tampil di kompetisi internasional.

“Saya harap ini tidak berhenti sebagai pencapaian pertama saja, tapi benar-benar bisa membuka jalan agar lebih banyak atlet berkuda Indonesia mendapat kesempatan yang sama ke depannya,” katanya.
Pengalaman berada di antara atlet-atlet terbaik dunia menjadi salah satu bagian yang paling berkesan bagi Dara selama berada di Aachen. Ia mengaku lebih banyak merasa kagum dibandingkan gugup ketika melihat para atlet yang sebelumnya hanya ia kenal dari pertandingan yang disaksikannya.
“Atlet-atlet yang biasanya cuma saya tonton sekarang ada di kandang yang sama, melakukan pemanasan di arena yang sama, lalu bertanding di stadion yang sama. Rasanya luar biasa bisa melihat keseharian dan cara kerja mereka sedekat itu,” ujar Dara.
Perjalanan menuju Aachen sendiri berlangsung dalam waktu yang cukup singkat. Dara baru mulai menunggang kuda Miestral pada Februari lalu dan harus segera membangun chemistry dengan kudanya sambil menjalani rangkaian kompetisi untuk memenuhi persyaratan kualifikasi.
“Kami harus belajar memahami satu sama lain sambil terus bertanding untuk memenuhi syarat kualifikasi, tidak ada waktu persiapan yang panjang, sehingga setiap kompetisi langsung menjadi bahan evaluasi untuk kompetisi berikutnya,” kata Dara.
Pengalaman di Aachen kemudian memberikan pelajaran yang lebih luas. Dara mendapatkan kesempatan untuk menjalani sebuah kejuaraan dunia secara langsung, mulai dari persiapan hingga seluruh rangkaian kompetisi.
“Yang paling berharga adalah bisa mengalami sendiri seperti apa berpartisipasi dalam sebuah kejuaraan sebesar ini dari awal sampai akhir,” ujarnya.
Baca juga :
Menurut Dara, pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa penampilan seorang atlet tidak hanya ditentukan ketika berada di arena. Faktor persiapan kuda, menjaga rutinitas latihan, serta mempertahankan fokus di tengah atmosfer kompetisi yang jauh lebih ramai menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Jika melihat perjalanan Dara hingga Aachen, pengalaman tersebut merupakan kelanjutan dari proses yang sebelumnya dijalani di level internasional. SEA Games Thailand 2025 menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanannya sebelum kemudian memasuki lingkungan kompetisi Eropa dan akhirnya tampil di kejuaraan dunia.
Setiap tahap memberikan pengalaman yang berbeda, sekaligus memperluas pemahaman Dara mengenai tuntutan seorang atlet ketika memasuki level kompetisi yang semakin tinggi. Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi tantangan berikutnya, yakni Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Persiapan menuju Asian Games menghadirkan tantangan baru karena kali ini Dara akan bertanding dengan kuda yang berbeda.

“Persiapannya cukup berbeda karena saya akan bertanding dengan kuda lain. Setelah Aachen, saya langsung mengalihkan fokus ke kuda pasangan tanding saya yang akan saya bawa ke Asian Games,” jelasnya.
Bersama pasangan barunya, Dara kini fokus membangun konsistensi dan memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik hingga pertandingan di Jepang. Proses tersebut juga mencakup persiapan kuda menghadapi masa karantina dan perjalanan menuju lokasi pertandingan.
“Sekarang kami sedang merapikan detail agar performanya semakin konsisten dan memastikan kudanya tetap dalam kondisi terbaik sampai hari pertandingan, termasuk melewati masa karantina dan perjalanan ke Jepang,” ujar Dara.
Selamat Dara Ninggar Prameswari yang telah berhasil menulis sejarah baru di dunia olahraga dressage Indonesia, dan semoga hasil di Asian Games mendatang juga akan menjadi catatan sejarah berikutnya.






