Ground lapangan pertandingan acap kali menjadi permasalahan krusial terutama dalam olahraga berkuda equestrian kategori jumping. Tak berbeda dengan manusia, kuda pun rentan cedera saat melakukan lompatan terutama dikelas-kelas tinggi dengan ground lapangan yang kurang bagus kondisinya. Dan bila hal tersebut terjadi, maka dipastikan kuda akan membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan dengan biaya yang tidak sedikit tentunya.

Untuk mengatasi hal tersebut, JJ Riding School mengadopsi teknologi Subsoil Irigarion System yang dipadukan dengan kombinasi campuran pasir dan GGT sehingga ground lapangan menjadi padat namun dengan kelembaban yang cukup sehingga membuat kuda-kuda dapat melompat dengan aman dan nyaman.
“Keunggulan menggunakan teknologi Subsoil Irigation System adalah air keluar dari dalam pasir sehingga hasilnya bisa lebih rata dan menyeluruh, berbeda dengan sistem konvesional yang air harus disemprotkan namun hasilnya tidak rata dengan konsumsi air yang lebih boros dan membutuhkan tenaga manual yang lebih banyak,” ujar Zainal Zahari atau yang akrab disapa Jay selaku Footing System Consultant JJ Riding School.

Lanjut Jay, dengan sistem terbaru tersebut, air ditampung dibawah pasir, sehingga dapat meresap secara terus menerus dengan prinsip gaya kapiler. Resapan air juga bisa diakibatkan berkat penguapan dan pergerakan kuda atau manusia diatas pasir. Dan untuk mengatur tingkat kelembaban, kuncinya adalah seberapa tinggi pengaturan level ketinggian air yang ada dibawah pasir lapangan.
Kombinasi campuran pasir, GGT, dan elemen-eleman lain juga membuat pasir menjadi padat namun tetap lembut, sehingga sangat minim jejak-jejak kaki kuda yang mengakibatkan pasir amblas dititik lompat dan pendaratan kuda.

Decak kagum keistimewaan Ground lapangan JJ Riding School datang dari Kapten Kav Yudi Irianto selaku Course Designer pada event Equestrian Training Camp yang juga menggelar sesi kategori Jumping. Menurut Yudi, saat ini yang dibutuhkan adalah perawatan lapangan untuk memastikan Subsoil Irigation System tetap bekerja.
“Kondisi lapangan sangat bagus dan berstandar internasional, sangat aman dan nyaman bagi kuda dan atlet saat melakukan lompatan atau memotong lintasan,” imbuhnya.

Sementara itu, atlet dan pelatih kuda profesional, Jendry Palandeng juga menyoroti alur transportasi kuda dari dan ke lapangan pertandingan. Lanjut Jendry, untuk menggelar kejuaraan-kejuaraan kedepanya, JJ Riding School perlu membuat alur transportasi kuda agar lebih aman.
“Untuk lapangan pertandingan sudah sangat baik, cuma yang perlu diperhatikan adalah jumlah air dibawah lapangan harus banyak terutama saat cuaca panas jadi kelembaban lapangan tetap terjaga,” terang Jendry.

Teknologi Subsoil Irigation System memang tengah populer terutama di lapangan-lapangan pertandingan di Eropa. Untuk wilayah Asia Tenggara, beberapa negara juga telah mulai menerapkan teknologi tersebut. Sedangkan untuk di Indonesia, teknologi tersebut baru pertama kali diterapkan di JJ Riding School.
Untuk membeli dan menjamin nilai keamanan dan kenyamanan, kekurangan Subsoil Irigation System adalah di segi harga pembuatan yang terbilang mahal. Namun dengan beragam keunggulan, harga mahal tersebut dinilai sepadan dengan tingkat keamanan dan kenyamanan yang dihasilkan.






